Berita

Ingat!! Jangan Bakar dan Buang Bangkai Ternak ke Sungai

SIANTAR, FaseBerita.ID – Lagi, Dinas Ketahanan Pangan mengimbau kepada masyarakat untuk tidak membakar maupun membuang ternak babi yang terpapar virus ke sungai.

Hal itu disampaikan pasca penemuan 23 ekor ternak babi yang terpapar virus di Jalan Sisimangaraja, Selasa (14/1) lalu.

“Sebaiknya dikubur. Jangan dibakar ataupun di buang ke sungai agar lingkungan tidak tercemar. Pihak kecamatan maupun kelurahan kita imbau agar lebih giat memberikan sosialisasi dan mengabari ke Dinas Ketahanan Pangan masalah yang beginian,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Siantar Ali Akbar didampingi Kabid Peternakan Rita Elis Simatupang, Rabu (15/1).

Dia berpendapat kalau temuan bangkai ternak itu tidaklah warga sekitar yang membuang disitu. Akan tetapi bisa jadi kalau yang membuangnya kemungkinan dari luar daerah.

“Dengan jumlah yang begitu banyak tidak mungkin masyarakat sekitar. Bisa jadi dari luar,” ujarnya.

Ditanyak tindakan apa yang akan mereka lakukan, Dinas Ketahanan Pangan hanya bisa sebatas biosikuriti, seperti penyemprotan kandang.

“Kita tinggal menunggu SK dari Gubernur. Jadi kita akan buat sekitar 5-6 pos untuk mengecek ternak yang akan masuk ke Siantar. Ternak tidak bisa lagi sembarangan masuk ke kota ini. Jadi kalau ternak yang mau dibudidayakan tidak lagi bisa masuk ke Siantar. Hanya ternak yang mau disembelih baru bisa masuk,” ujarnya sembari mengatakan, pihaknya akan melibatkan semua stakeholder yang ada di Pemko Siantar.

Sementara Rita Elis Simatupang menambahkan, penyakit ternak ini sudah mencapai ASF yang mulai muncul 30 tahun sekali. Jadi sampai sekarang belum ada menemukan vaksinnya untuk penyakit ASF tersebut.

“Sekarang kita hanya bisa melakukan pengawasan. Artinya memperhatikan kebersihan kandang, pangan, orang yang masuk ke dalam kandang dan melakukan penyemprotan untuk menetralisir virus-virus yang ada di kandang. Karena kalau virus atau penyakit ASF ini menular hanya kepada ternak saja yaitu melalui sentuhan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat jika menemukan gejala-gejala yang tampak pada ternak seperti bintik-bintik biru segeralah melaporkannya ke Dinas Peternakan.

“Kita akan berkoordinasi dengan kelurahan, kecamatan untuk mensosialisasikan kepada masyarakat kalau ada ternak yang mati segera dikabari ke kita. Jangan dibakar,” imbaunya. (Mag 04)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close