Berita

Ika Ambarita, Berawal dari Penyanyi Gereja

FaseBerita.ID – Diminta menyanyikan lagu pop, bisa. Dipesan membawakan lagu R’nB, mahir. Apalagi lagu-lagu country, tentu saja ok. Dan di-request lagu Batak, pasti keren. Ya, Ika Ambarita memang mampu menyanyikan berbagai genre lagu.

Pemilik nama lengkap Fransiska Ambarita ini mengawali karirnya sebagai penyanyi di Kota Pematangsiantar setelah ia meraih juara harapan 1 di Festival Lagu Batak di Laponta Siantar Hotel tahun 2008. Sebelumnya, Ika aktif sebagai penyanyi di gereja.

“Kalau di gereja, tentu saja saya menyanyikan lagu-lagunya rohani. Kalau tidak solo, ya trio,” sebut ibu seorang putra, Justiceo Manurung ini.

Di gereja lah, kata perempuan berambut panjang ini, ia belajar teknik bernyanyi, termasuk memupuk rasa percaya diri untuk tampil di depan banyak orang.

“Saat itu kami tergabung dalam kegiatan Naposo Bulung atau pemuda gereja. Yang melatih kami waktu itu, mahasiswa STT HKBP Nommensen, Bang Rocky Marbun. Makanya, jasa-jasa Bang Rocky nggak bisa saya lupakan,” kenang Ika.

Setelah meraih juara di festival menyanyi, Ika pun mulai makin sering tampil di panggung-panggung musik. Ia sering diundang untuk menyanyii berbagai acara.

Hingga kemudian, di tahun 2013, Ika bersama beberapa temannya membentuk grup band, diberi nama Elsera Band. Bersama Elsera, Ika makin sering tampil bernyanyi. Salah satunya mengisi acara di Grand Palm Hotel Pematangsiantar.

“Tapi saya sering juga diundang untuk bernyanyi solo,” tukas Ika, yang saat masih duduk di bangku sekolah juga tergabung dalam vocal grup.

Elsera Band, sambungnya, bertahan sekitar tiga tahun. Sebab di tahun 2016 karena sesuatu hal, grup band tersebut bubar.

Tahun depannya, atau di akhir tahun 2017, Ika bersama teman-temannya yang lain membentuk grup band baru. Kali ini namanya Mid Project Band.

“Lucunya, ada saja MC suatu acara yang kebetulan sudah mengenal saya, kalau memanggil kami untuk tampil di panggung, bilangnya Ika Band, ha ha ha… Mana pula itu Ika Band,” cerita anak kesembilan dari 12 bersaudara ini.

Diakui Ika, profesinya sebagai penyanyi memberikan berbagai keuntungan. Ika, yang memang gemar menyanyi, merasakan hobinya tersalurkan.

“Selain hobi tersalurkan, eh dibayar. Jadi hobi yang dibayar,” katanya yakin.

Hal lainnya yang membuatnya bahagia, dengan menyanyi terkadang tanpa sengaja Ika bisa sepanggung dengan penyanyi yang sudah terkenal di tingkat nasional.

Yang paling membuatnya amazing, saat satu panggung dengan Novita Dewi Marpaung di acara hotel yang digelar di Hotel Horizon Pematangsiantar beberapa waktu lalu. Meskipun bukan berduet, namun Ika merasa puas bisa mengobrol dengan pemenang kedua ajang X-Factor Indonesia itu.

“Dia kaget saya tau dan bisa menyanyikan lagu-lagunya,” terang Ika.

Penyanyi lainnya yang pernah berduet dengan Ika yakni Erick Sihotang yang merupakan Abang kandung Judika Sihotang, juga Tongam Sirait.

Selain itu, dengan menyanyi, kata Ika lagi, untuk kali pertama ia bisa memiliki uang Dollar. Uang tersebut, diperolehnya dari salah seorang pejabat di Dirjen Perpajakan bermarga Aruan. Ika mengenal pejabat tersebut dari seorang pengusaha Pematangsiantar, Samuel Hutajulu.

Kerap diundang menyanyi, Ika pun mengaku sangat beruntung.

“Bayangkan, pejabat Dirjen Pajak mengundang seorang Ika Ambarita menyanyi. Yang lainnya, Darwis Panjaitan. Dia itu pilot senior di Garuda Airlines. Dia lah yang ikut membebaskan Manohara dan membawanya kembali ke Indonesia,” jelas Ika lagi.

Sedangkan dukanya, kata Ika, ia sulit membagi waktu untuk keluarga. Sehingga, Ika pun jarang menghadiri acara-acara keluarga. Bahkan, untuk mendampingi putra semata wayangnya belajar pun, terkadang Ika tak punya waktu.

“Anak saya sudah kelas 1 SMP. Kalau saya sedang tidak ada job, dia langsung teriak kegirangan,” ujar Ika, yang biasanya saat tidak ada job langsung membawa buah hatinya jalan-jalan, makan, atau berenang. Selain itu, Ika juga ikut mengurus bisnis keluarga, dan tentu saja latihan menyanyi.

Sedangkan pengalaman paling berkesan, kata Ika, ketika ia diundang menyanyi saat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kejaksaan yang digelar Kejaksaan Negeri Simalungun beberapa bulan lalu. Ika menyanyi di atas Kapal Motor Penumpang (KMP) di Danau Toba dan disaksikan tamu dari Kejaksaan Agung.

“Waktu itu pakai Tagading. Seru lah. Saya pakai ulos dan sortali. Karena menyanyi di atas kapal yang sedang berjalan, saya nggak berani pakai high heels,” ujar Ika.

Saat paling berkesan lainnya, Ika membawa artis Senada Trio dari Jakarta untuk menyanyi di acara peringatan ulang tahun ke-80 salah seorang di Samarinda.

Sebagai penyanyi, Ika tentu saja harus menjaga suara dan kebugaran tubuhnya. Untuk menjaga suara, Ika mengaku memang menghindari minuman dingin dan makanan gorengan. Sedangkan untuk kebugaran tubuh, Ika berusaha selalu istirahat cukup, tidak begadang, dan menghindari angin malam.

“Sekali-kali saya jogging di Taman Bunga. Ya, meskipun tidak rutin,” jelas wanita yang kini mulai aktif di kegiatan sosial bersama beberapa temannya.

Ika yang sudah menyanyi hampir di seluruh kafe yang ada di Pematangsiantar ini, senantiasa komunikatif dengan penonton saat berada di atas panggung. Hal seperti itu, menurut Ika, bertujuan agar ia bisa lebih dekat dengan penonton. Sehingga penonton tidak bosan.

“Jangan sampai penonton menganggap kita garing,” ujar Ika yang mulai merambah ke bidang Master Ceremony (MC) ini.

Ke depan, Ika bermimpi, jika ia tak bisa lagi menyanyi karena faktor usia, ia ingin mendirikan wadah yang diperuntukkan bagi anak-anak kreatif di Pematangsiantar.

“Tidak hanya untuk menyanyi, tapi juga musik, dance, dan lainnya,” pungkas Ika. (awa)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close