Berita

Ibu Penjarakan Anak karena Sering Mencuri, Tolak Cabut Perkara

FaseBerita.ID – Rosmaria Sipangkar, seorang ibu di Simalungun nekat melaporkan anak kandungnya Hotlan Simbolon (24), karena sering mencuri. Bahkan, wanita ini menolak mencabut berkas perkara dan memilih kasus anaknya tersebut bergulir ke meja hijau.

Kamis (20/2), kasus ini mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Simalungun. Terdakwa mencuri di rumah ibunya sendiri yang berada di rumah mereka, di Jalan Kuala Tanjung, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun. Terdakwa mencuri sebanyak 15 kg cabai dan 100 lembar kain ulos.

Menurut Rosmaria Sipangkar, terdakwa sudah terlalu sering mencuri barang-barang dari rumah mereka.

“Karena sudah tak tahan lagi dengan kelakuannya itu, makanya dia saya laporkan ke polisi,” kata Rosmaria di hadapan Majelis Hakim PN Simalungun.

Saat kejadian, kata Rosmaria, ia berada di belakang rumah. Saat itulah terdakwa beraksi. Namun, aksi terdakwa untuk kesekalian kalinya itu gagal, lantaran ketahuan sama korban.

“Saya dengar ada suara berisik di kamar. Saya curiga. Tapi dia lari membawa cabai dan ulos. Saya kejar,” terangnya.

Mendengar kesaksian korban, Majelis Hakim Haidi SH didampingi anggota Mince SH dan Aries SH berpesan agar korban mencabut perkara itu dengan alasan terdakwa adalah anak kandung korban sendiri.

“Saya tidak mau cabut perkara, Pak. Biar saja ia jalani hukuman ini sesuai dengan perbuatannya. Dia sudah terlalu sering mencuri di rumah. Mudah-mudahan dengan begini ia mau bertobat,” kata ibu terdakwa.

Oleh Majelis Hakim kemudian menunda sidang hingga pekan depan.

Informasi dihimpun, kejadian itu terjadi 3 November 2019 sekira pukul 15.00 WIB. Awalnya, terdakwa mengira ibunya di pajak untuk berjualan.

Begitu melihat ada goni plastik di teras rumah, ia bergegas dan mengambil ulos dari kamar ibunya. Ulos itu ia masukkan ke dalam goni dan membawanya kabur.

Hal serupa juga terjadi tanggal 12 November 2019 sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu korban berada di belakang rumah mereka. Kali ini terdakwa mengambil cabai dagangan ibunya sebanyak 15 kg. Namun aksinya itu keburu diketahui korban kemudian ibu terdakwa berteriak agar tidak mengambil cabai tersebut. tetapi tak diindahkan terdakwa dan melarikan diri. Korban sempat mengejar, namun gagal karena korban terjatuh.

Oleh terdakwa menjual cabai tersebut kepada seorang wanita seharga Rp200 ribu. Sementara ibu korban langsung membuat pengaduan ke Polsek Perdagangan. Terdakwa sendiri dikenakan Pasal 367 (2) KUHPidana. (ros/des)

Universitas Simalungun  
Tags

Berita lainnya

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close