Berita

Ibu Muda Gendong Balitanya Terjun ke Sungai, Diduga Bunuh Diri

SEMARANG, FaseBerita.ID – Warga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah, gempar setelah seorang ibu muda yang menggendong anak balitanya terjun ke Sungai Serayu dari atas jembatan, Sabtu (27/4).

Wanita malang itu diduga bunuh diri bersama anak balitanya dengan cara melompat dari atas jembatan Sungai Serayu di Kecamatan Maos Cilacap tersebut.

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya melakukan upaya pencarian terhadap kedua korban. Peristiwa memilukan itu terjadi sekira pukul 11.30 WIB.

Polres Cilacap juga masih mencari informasi identitas ibu muda itu. Polisi mengalami kesulitan mencari identitas wanita malang tersebut karena tidak banyak saksi yang melihat saat ibu muda itu terjun ke sungai.

Tim SAR Cilacap saat ini sedang melakukan pencarian dan menyisir di area sekitar jembatan. Namun, ada beberapa pengendara yang melewati jembatan sempat melihat seorang ibu turun dari sebuah bus kemudian berjalan dari arah Desa Kesugihan menuju Maos.

Ketika berjalan sampai di tengah jembatan, wanita yang menggendong anak balita itu berdiam diri sejenak. Beberapa saat kemudian ibu muda itu mendadak terjun ke sungai.

Mengetahui kejadian itu sejumlah pengendara yang saat itu melintas di jembatan sontak kaget dan menghentikan kendaraannya.

Para saksi mata itu selanjutnya berlarian ke lokasi ibu muda itu terjun ke sungai. Dalam sekejap, kejadian itu membuat gempar warga sekitar. Warga berdatangan ke lokasi kejadian ingin mengetahui kejadian dramatis tersebut.

Menurut sejumlah saksi mata, ibu muda yang nekat terjun ke sungai itu berumur sekitar 30 tahunan. Belum bisa dipastikan siapakah wanita yang terjun di sekitar jembatan.

Sebab warga dekat area jembatan Sungai Serayu juga tidak mengenal secara persis siapakah wanita itu. Tak lama tim gabungan dari Polres Cilacap, Basarnas Pos Cilacap, Polsek Kesugihan dan Koramil setempat datang ke lokasi kejadian setelah menerima laporan.

Menurut Koordinator Lapangan Basarnas Pos Cilacap Amin Riyanto, wanita itu kemungkinan besar melakukan bunuh diri.

“Kami sudah melakukan penyisiran menggunakan perahu karet. Namun karena kondisi air di sungai masih terlihat tenang maka akan dilakukan penyelaman,” ungkap Amin Riyanto. (pk)

iklan usi



Back to top button