Berita

Ibu ini Tega Masukkan Bayinya ke Mesin Cuci

FaseBerita.ID – Seorang ibu tega memasukkan bayi laki-lakinya yang baru berusia satu hari ke dalam mesin cuci di rumah tempat ia bekerja di Jalan Telaga Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Barat I Kota Palembang, Sumatera Selatan, Senin (4/11/2019). Hingga bayi itu akhirnya meninggal dunia.

Sutina adalah seorang ART. Dia bekerja di rumah bekas Wakil Gubernur Sumsel Ishak Mekki. Di rumah ini juga, Sutina melahirkan tanpa bantuan siapa pun di dalam kamar mandi.

“Bayi itu baru saja lahir lalu dimasukkan ke dalam mesin cuci dibalut kain, kemudian ditemukan oleh temannya yang langsung membawa bayi ke rumah sakit dan pada saat perawatan bayinya meninggal,” ucap Kapolresta Palembang Kombes Pol Didi Hayamansyah seperti kami kutip dari Antara, Selasa (5/11/2019).

Kondisi bayi saat ditemukan teman sesama ART, cukup mengenaskan. Ada beberapa bekas luka. Hasil pemeriksaan, si bayi itu akhirnya meninggal Senin (4/11/2019) sekira pukul 20.30 WIB.

Berdasarkan pemeriksaan, Sutina mengaku membunuh bayi lantaran malu hamil di luar nikah. Sialnya lagi, kekasihnya pun tidak mau bertanggungjawab. Selama hamil, dia menutupi perutnya dengan korset agar tidak diketahui orang lain.

“Pelaku disangkakan Pasal 76 Undang-udang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara, untuk sementara pelaku ditahan di Unit PPA Polresta Palembang,” kata Kombes Pol Didi.

Sutina adalah janda dengan dua anak. Dia baru bekerja lima bulan di rumah bekas Wagub Sumsel ini.

Seperti biasa, setelah melakukan, Sutina mengaku khilaf. Dia bilang, enggak ada niatan membunuh si bayi karena sudah punya rencana akan menitipkan bayi ke panti asuhan. Lantas mengapa dia tega memasukkan bayinya ke dalam mesin cuci?

“Saya masukan bayi itu ke dalam mesin cuci supaya tidak ada yang tahu, ternyata teman saya tahu karena bayi menangis,” kata Sutina.

Setelah melahirkan bayinya pada Senin (4/11/2019) pukul 11.00 WIB di kamar mandi, Sutinah langsung berusaha menghilangkan jejak dengan memasukan bayi ke dalam mesin cuci.

Kemudian ia keluar dari dalam kamar mandi dalam keadaan pucat dan dilihat rekannya bernama Sulastri, bersama rekannya yang lain kemudian Sutina dibawa berobat karena dikira sakit.

Namun saat berada di dalam mobil sebelum pergi berobat, Sulastri kembali ke dalam untuk mencari identitas Sutina guna keperluan berobat.

Saat masuk itulah Sulastri mendengar suara tangisan bayi dari dalam mesin cuci, ia lalu meminta temannya yang lain, yakni Lendi untuk mengecek suara tangisan bayi tersebut.

Kemudian Lendi memeriksa mesin cuci dan menemukan sebuah bungkusan, lantas ia mengeluarkan bungkusan itu lalu menemukan bayi dengan kondisi mengenaskan, para pembantu itu pun segera membawa bayi ke RS Siloam meski bayi tidak dapat diselamatkan. (int/era)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close