Berita

Ibu-ibu Korban Terdakwa Rahmat, Datangi PN Siantar: Kerugian Capai Miliaran Rupiah

SIANTAR, FaseBerita.ID – Majelis Hakim Pengadilan Negeri Siantar, menolak Eksepsi dari terdakwa Rahmat kasus penggelapan uang.

Majelis Hakim yang dipimpin Danar Dono dan Risbarita, Simon Sitorus berpendapat bahwa persidangan terdakwa harus dilanjutkan. Sebab terdakwa sudah terbukti bersalah melanggar pasal pidana yaitu Pasal 372 KUHPidana.

“Maka dengan itu kita menolak eksepsi dari para terdakwa melalui penasehat hukumnya,” terang majelis hakim di persidangan yang digelar Senin (8/7/2019).

Mendengar keterangan dari para Majelis Hakim, terdakwa Rahmat didampingi penasehat hukum tampak terlihat menerima persidangan.

Persidangan akan dilanjutkan pada hari Rabu (10/7/2019) dengan agenda mendengarkan keterangan saksi dari para korban.

Terungkap sebelumnya dalam dakwaan jaksa Lynce Jernih Margaret SH bahwa perbuatan terdakwa Rahmat terjadi pada tanggal 07 Januari 2013, 22 Agustus 2014, 14 Januari 2016, 15 Januari 2016, 16 Desember 2014, 18 Maret 2015, 18 September 2015, 20 Desember 2014, 18 Maret 2016, 20 April 2016 atau setidak-tidaknya pada waktu-waktu di antara Tahun 2013 sampai dengan tahun 2016, di kantor Bank BNI Cabang Pematangsiantar.

Saat itu terdakwa yang melihat Albine dan Hotna sedang berada di Costumer service. Terdakwa datang mendekati costumer service dan duduk di samping petugas dan bermaksud menyimpan uangnya.

Namun terdakwa menawarkan kepada korban agar menyimpan di Koperasi Swadharma karena diberikan bunga yang lebih besar.

Akibat tawaran itu para korban tergiur, hingga akhirnya mengalami kerugian mencapai miliaran rupiah. Hingga saat ini uang korban yang diperkirakan mencapai 50 orang tersebut belum dikembalikan.

Korban Teriaki Terdakwa

Selesai mendengarkan esepsi terdakwa, tampak para korban yang didominasi ibu-ibu berteriak dan meminta uang mereka dikembalikan.

Suasana sempat memanas karena terdakwa Rahmat tidak terlihat setelah sidang selesai.

Atas keributan tersebut, petugas pengadilan berupaya menenangkan korban dan situasi pun dapat dikendalikan. (ros)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close