Berita

Ibu Dibui Kasus Narkoba, Anak Dititipkan ke Panti

FaseBerita.ID – Sejak sang ibu tersangkut kasus narkoba di Mapolres Asahan, Putri (bukan nama sebenarnya), bocah perempuan berusia 10 tahun ini dihadapkan dengan pilihan hidup yang sulit. Sang ayah sudah lama meninggal. Putri nyaris tak punya harapan untuk sekolah.

Namun, penerimaan Panti Asuhan Muhammadiyah Asahan dengan terbuka untuk menampung Putri seakan membuat harapan masa depan itu diterangi cahaya. Upaya Kapolres Asahan AKBP Faisal Napitupulu yang berkomunikasi dengan sekretaris panti asuhan Fachri Mizan Harsono, bocah kelas tiga sekolah dasar itu mendapat keluarga baru di Panti Asuhan.

“Kemarin, melalui Bung Anda Rambe, Ketua KNPI Asahan saya diminta hadir menemui Kapolres. Lalu Kapolres cerita kalau anak ini sudah tidak ada yang merawat karena ibunya sekarang tersangkut persoalan hukum,” kata Fachri saat berbincang bersama wartawan, Minggu (10/11/2019).

Ibunya berumur 40 tahun menjadi tahanan Polres Asahan. Ayahnya sudah meninggal saat dia lahir. Sedianya Putri lahir kembar tiga. Sedangkan dua saudaranya  kembar lainnya meninggal. Hanya dia yang selamat.

“Ibunya juga seorang mualaf dan anak tunggal. Keluarga almarhum suaminya di Surabaya. Sehingga disimpulkan Putri tak memiliki saudara kuat (sebatang kara),” kata Fahri.

“Ketika ditanya, apa keinganmu nak. Dia bilang mau sekolah dan sudah 1 tahun tak sekolah selama di Belawan dan jarang masuk karena tak ada yang antar jemput, sebab sang ibu bekerja sebagai kuli angkut,” kata Fachri lagi.

Setelah mendengar kisah Putri, Fachri kemudian menyampaikan hal tersebut ke pihak panti asuhan dan setuju menerima Putri setelah mengurus sejumlah berkas persyaratan dan mendapat persetujuan dari ibu Putri yang kini mendekam di Polres Asahan.

Pada hari Sabtu, 9 Nopember 2019 Kapolres Asahan menitipkan Putri langsung ke pengurus Panti Asuhan. “Kami ingin menitipkan Putri. Kami memikirkan masa depannya. Karena itu kami berharap, dia (Putri) bisa diterima di sini,” kata Kapolres saat menyerahkan Putri ke panti.

Kapolres tidak ingin Putri menjadi korban atas  kegagalan rumahtangga orangtuanya itu. Putri harus terus sekolah. Mengejar impiannya. Sebagaimana anak-anak se-usianya.

“Saya rasa, Panti Asuhan Muhammadiyah ini adalah tempat yang tepat. Dan apa yang kita lakukan ini, sudah disetujui ibu kandungnya,” ujar Kapolres.

Dalam proses pengasuhan Putri, kata Kapolres, pihaknya siap membantu. Pengurus panti bisa langsung berkoordinasi dengan dirinya. Kapanpun itu.  Selain itu, Kapolres juga menyerahkan penali kasih. Sejumlah bahan makanan pokok, seperti beras, telur, minyak makan, mi instan dan lainnya, untuk memenuhi kebutuhan makanan anak-anak panti asuhan.

Atas hal tersebut, pimpinan pengasuh panti Asuhan Muhammadiyah Asahan Sudirman Latsa memberikan apresiasi kepada Kapolres. Sikap dan tindakan Kapolres menjadi penyeimbang. Tegas dalam penindakan hukum, namun, disisi lain, juga memikirkan masa depan anak yang menjadi korban.

“Tindakan Pak Kapolres cukup bijaksana. Kami berjanji akan mengasuh Putri dengan sebaik-baiknya. Memberikan pendidikan dan pembinaan sebagaimana mestinya, sehingga ia bisa meraih masa depannya kelak,” pungkas Sudirman. (per/rah)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close