Berita

Ibu Bayi Kembar Tiga: Tolonglah Kami Pak Bupati…

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Tak sanggup membayar biaya operasi dan perawatan bayi perempuan kembar 3 sebesar Rp45 juta, seorang ibu bermohon kepada Bupati Simalungun JR Saragih dan para dermawan.

Bayi yang lahir prematur tersebut saat ini tinggal dua, karena salah satunya meninggal setelah dalam perawatan. Saat ini dua bayi masih dirawat di ruang Inkubator, RS Vita Insani Kota Pematangsiantar.

Pasangan Riana Resusanti Lubis (33) dan Santoso Huta Balian (28) warga Huta Bah Kata, Nagori Janggir Leto, Kecamatan Panei, Kabupaten Simalungun, terpaksa meninggalkan bayinya di rumah sakit karena selain kondisinya masih lemah, mereka juga belum melunaskan biaya di rumah sakit.

Saat disambangi dirumahnya di Huta Bah Kata, Nagori Janggirleto, Selasa (15/10/2019) sekira pukul 15.30 WIB, Riana Lubis mengatakan bahwa bayi kembar tersebut merupakan anak kedua. Melalui operasi tiga lahir prematur dengan Operasi Cesar, Sabtu (28/9/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

“Suami saya masih di RS Vita Insani Kota Siantar ngurus anakku yang kembar itu karena sudah 3 minggu anakku disana karena uang kami nggak ada bayar biaya Operasi dan perawatan bayi,”kata Riana Lubis.

Lanjut Riana Lubis,tiga bayi kembar perempuan itu dengan berat 1,2 Kg untuk nomor 1, nomor 2 beratnya 1,1 Kg dan nomor 3 berat 1 kg, namun satu diantaranya sudah meninggal dunia, Sabtu (5/10/2019) minggu lalu.

“Yang nomor dua sudah meninggal dunia, Sabtu (5/10/2019) minggu lalu, karena kurang umur. Seharusnya lahir bulan Desember mendatang, jadi agak payah dia bernafas, yang pasti perasaanku sedihlah atas kepergian anakku nomor 2, tidak bisa dijamin kalau dibawa pulang itu sehat. Mungkin itu lah takdirnya,” terangnya.

Dijelaskan Riana, untuk biaya keseluruhannya total Rp45 juta dengan rincian Operasi Cesar hampir Rp11 Juta, dan biaya perawatan bayi, hampir Rp 34 juta.

Baca juga: Bayinya Lahir Kembar Tiga Ortu Terkendala Biaya RS

“DP yang sudah masuk ke RS masih Rp6 Juta, pertama Rp 3 Juta, terus kami carilah uang, setelah dapat, kami kasih lagi uang Rp3 juta itu setelah meninggal yang nomor 2. Dokter bilang harus bisa dilusin semua baru bisa dibawa pulang bayiku,”jelasnya.

Dengan penuh harapan, Riana Lubis ia sangat membutuhkan uluran tangan masyarakat, secara khusus Bupati Simalungun JR Saragih serta jajarannya, DPRD Simalungun dan dermawan, untuk membantu biaya rumah sakit tersebut.

“Bapak Bupati, tolonglah pak,” pungkasnya.

Pangulu Nagori Janggir Leto Kecamatan Panei Kabupaten Simalungun, Ferdi Simanjuntak didampingi Ketua Maujana Hasudungan Simanjuntak dan Donal Hutapea saat dikonfirmasi mengatakan kondisi keluarga tersebut sangat memprihatinkan.

“Kita sangat prihatin karena keluarga tersebut benar-benar orang tidak mampu serta tidak terikat asuransi manapun. Mohon minta bantuan untuk membantu biaya Operasi dan perawatan bayi itu terutama Dinas Kesehatan dan Dinas Sosial Simalungun,” pungkasnya. (mag-05)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close