Berita

Hutan Digunduli Warga Minta Pelaku Ditangkap

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Warga Sibolga Julu, khususnya warga Kelurahan Hutabarangan, Kecamatan Sibolga Utara, meminta aparat hukum untuk mencari dan menangkap oknum yang melakukan penebangan pohon di kawasan Aek Hopong Sibolga Julu.

“Keberatan kami selaku warga harus segera ditindaklanjuti pihak terkait, karena keberadaan pohon di kawasan Aek Hopong sudah banyak yang ditebangi oknum tak bertanggungjawab. Pemko dan pihak terkait diminta segera mencaritahu dan menangkap siapapun itu yang melakukan penebangan,” kata Hotma Siregar, salah seorang warga kepada koran ini, Minggu (10/3) sore.

Menurut Hotma, dia bersama sejumlah warga Sibolga Julu lainnya telah melihat langsung banyaknya bekas penebangan pohon di kawasan Aek Hopong sebagai daerah resapan air bagi warga Sibolga Julu. “Aek Hopong merupakan satu-satunya daerah resapan air milik Kota Sibolga, namun sudah terancam keberadaannya akibat ulah oknum yang tidak bertanggungjawab,” tukasnya.

Banyaknya pohon yang ditebangi dan hutan yang digunduli, sambungnya, dikhawatirkan akan membuat  sumber mata air di Kota Sibolga, khususnya di Sibolga Julu memprihatinkan, dan mampu mengurangi debit air. “Kami berharap, pihak berwajib sesegera mungkin menangkap dan memproses pelakunya guna memberikan efek jera kepada pelaku, maupun kepada oknum lainnya yang memiliki niat yang sama,” tegasnya.

Menurut Hotma,  dengan melestarikan alam di kawasan Kota Sibolga berarti dapat menyelematkan anak cucu atau generasi penerus dari ancaman kekeringan sumber mata air. “Itu sebabnya sangat perlu  melestarikan sumber daya alam yang ada sekarang ini. Sebab berkurangnya atau menurunnya debit air, salah satu penyebabnya karena banyaknya pohon yang ditebang,” ujarnya.

Jika hal ini terus dibiarkan, lanjutnya, maka tidak tertutup kemungkinan akan terjadi banjir bandang disepanjang aliran sungai hingga ke pemukiman penduduk. “Apalagi saat ini hujan deras sering turun dan bisa saja (akibat pembalakan ini) terjadi longsor dan banjir,” katanya.

Terpisah, Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Dinas Kominfo Kota Sibolga Denny Aprilsyah Lubis mengatakan Pemerintah Kota Sibolga sendiri sejak mengetahui adanya aktivitas pembalakan liar di hutan sekitar daerah resapan air langsung bergerak cepat. “Temuan itu telah dilaporkan kepada aparat pemerintah setempat mulai dari kelurahan hingga kecamatan. Kita minta dinas instansi terkait bisa menindaklanjuti ini sesuai dengan prosedur,” katanya singkat. (rb)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button