Berita

HP Curian Dijual di Black Market, Korban ‘Membeli Kembali’

SIANTAR, FaseBerita.ID – Tiok (29) bersama istrinya mengaku dijambret di sekitaran Jalan SM Raja pada Sabtu lalu. Dalam melancarlan aksinya, pelaku mengancam korban pakai pisau.

Hal ini terungkap saat korban mendatangi Polsek Martoba pada Jumat (16/8/2019) siang. Saat itu, korban membawa seorang mahasiswa yang masih semester 3 di salah satu Universitas di Kota Siantar.

Menurut korban, mahasiswi inisial DV ini menjual HP di blackmarket melalui media sosial. Setelah diperhatikan korban curiga kalau HP yang dijual tersebut adalah HP miliknya yang dijambret beberapa waktu lalu.

Selanjutnya korban berpura-pura sebagai pembeli HP ity dengan harga Rp800 ribu. Lalu korban dan DV membuat janji ketemuan di Jalan Sutomo sekitar pukul 12.00 WIB.

Setelah bertemu, korban yang merupakan warga Jalan Sibatu-batu, Siantar Sitalasari ini meyakini kalau HP tersebut adalah miliknya. Sementara itu, DV mengaku membeli HP tersebut dari seseorang.

Agar masalahnya jelas, korban lantas membawa DV ke Polsek Martoba. Di sana korban menceritakan kronologis kejadian yang ia alami.

Korban mengatakan, pada Sabtu (10/8/2019) sekira pukul 04.00 WIB, ia dan istrinya melintas dari Jalan SM Raja.

Saat melintas di Jalan SM Raja dekat USI, mereka melihat ada lima sepedamotor sedang berhenti. Lalu tidak beberapa lama kemudian, satu unit sepedamotor datang mengikuti korban yang kemudian menarik tas istri korban yang berisi HP dan uang Rp700 ribu.

Lalu, terjadi tarik menarik antara istri korban dengan pelaku dan tiba-tiba salah satu pelaku mengeluarkan pisau dan seketika memotong tali tas istri korban. Alhasil tas dapat dirampas pelaku dan mereka kemudian tancap gas melarikan diri.

Sejak kejadian itu, korban berupaya mencari informasi dengan harapan bisa mendapatkan HP nya kembali.

Hasilnya korban mendapati HP yang sedang ditawarkan di media sosial hingga akhirnya bertemu dengan DV yang mengaku tinggal di Jalan Lapangan Bola Atas.

Di Polsek Martoba tersebut akhirnya korban dan DV sepakat untuk berdamai. Sebab DV mengaku bahwa dirinya tidak ada terlibat dalam pencurian itu. Ia hanya mengaku ada orang yang menjual HP murah kepadanya tanpa diberitahu asal usulnya. Lalu DV membeli HP tersebut dan kemudian menjualnya di media sosial.

Kapolsek Siantar Martoba Iptu Resbon Gultom membenarkan bahwasanya kasus itu telah ditangani oleh pihaknya.

“Ia kasus itu telah kita tangani, dan kedua belah pihak sepakat untuk berdamai,” jelasnya singkat.

Akan tetapi saat diwawancarai apakah mengenal orang yang menjual HP tersebut, DV hanya diam dan sedikit pun tidak mau berbicara. (mag03)

iklan usi



Back to top button