Berita

Hotel WI Belum Pastikan Waktu Pembayaran Pesangon

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Pernyataan Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan terkait belum dibayarkannya pesangon dua karyawan Hotel Wisata Indah (WI) yang telah di-PHK sesuai dengan keputusan Mahkamah Agung (MA) ditanggapi oleh Mariadi, Manajer Operasional Hotel Wisata Indah (WI).

Mariadi membenarkan kalau pihaknya belum membayarkan pesangon terhadap dua mantan karyawan tersebut.

Namun, dalam wawancara singkat melalui sambungan telepon seluler, Mariadi mengaku belum menerima salinan putusan MA tersebut.

“Bahwa belum dibayar itu, benar bang. Keputusan MA belum sama saya,” kata Mariadi yang mengaku saat ini sedang menjalani Umroh, Kamis (2/5).

Baca juga: Ketua SBSI Sibolga-Tapteng: Hotel Wisata Indah Belum Penuhi Keputusan MK

Meski demikian, dia mengaku kalau pihaknya tidak mengingkari putusan MA tersebut. Hanya saja, pihaknya belum memiliki kepastian waktu untuk membayarkan pesangon kedua mantan karyawan Hotel WI tersebut. “Kita tidak mengingkari keputusan hukum yang sudah incrach. Hanya saja, kita masih membutuhkan waktu sehubungan nominal yang akan kita bayarkan cukup besar,” ungkapnya.

Bahkan, Mariadi mengaku harus berkoordinasi lagi dengan lawyer dan pimpinan perusahaan terkait waktu pembayaran tersebut. “Kita sedang lakukan koordinasi dengan lawyer dan pimpinan perusahaan, kira-kira kapan waktu untuk melakukan pembayaran,” pungkasnya.

Disinggung mengenai alasan pihaknya tidak membayarkan pesangon kedua mantan karyawan tersebut, padahal keharusan membayar telah ditetapkan melalui undang-undang perburuan, Mariadi tidak menjawab.

Sebelumnya, pada peringatan Hari Buruh Sedunia atau May Day, Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan membeberkan sejumlah perusahaan di Sibolga-Tapteng yang masuk dalam daftar hitam organisasi mereka, yang telah digugat melalui pengadilan karena telah melakukan tindak pidana perburuhan.

Salah satunya adalah Hotel Wisata Indah (WI), yang merupakan salah satu perusahaan yang dibawahi oleh PT Sibolga Marine, yang dilaporkan para tahun 2017. Dimana saat itu dua karyawan hotel tersebut, atas nama Muklis dan Hendra di-PHK tanpa pesangon.

Proses sidang bermula dari Pengadilan Tinggi Medan yang kemudian bergulir hingga ke Mahkamah Agung (MA). Yang keputusannya memenangkan gugatan buruh pada akhir tahun 2018 yang lalu. Namun, hingga kini pihak Hotel WI masih belum melaksanakan keputusan MA tersebut untuk membayar pesangon yang menjadi hak dari karyawan.(ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button