HUT RI
Berita

Hotel WI Belum Bayar Pesangon Eks Karyawan; SBSI Ancam Gelar Aksi

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Hingga kini, menajemen Hotel Wisata Indah (WI) Sibolga belum juga merealisasi putusan Mahkamah Agung (MA) yang memerintahkan agar membayar pesangon dua mantan karyawan yang di PHK beberapa tahun lalu. Menyikapi itu, Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) berencana akan mendemo Hotel WI, guna mendesak pihak pengusaha untuk segera membayarkan pesangon tersebut.

Menurut Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan dalam keterangan persnya, rencana demonstrasi tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian melalui Polres Sibolga. Aksi menyampaikan orasi tersebut rencananya akan digelar, Selasa (25/6) mendatang.

“Tadi sudah kita masukkan surat pemberitahuan ke Polres Sibolga. Selasa depan, kita akan menggelar demo di Hotel WI. Karena sampai sekarang, pihak Hotel WI belum membayarkan pesangon dua mantan karyawannya, Hendra dan Mukhlis. Padahal, sudah ada keputusan dari Mahkamah Agung. Ini menggambarkan kalau pengusaha Hotel WI merasa sudah kebal hukum, karena berani tidak mengindahkan keputusan hakim Mahkamah Agung,” kata Binsar di kantornya, Selasa (18/6/2019).

Adapun besaran pesangon yang harus dibayarkan oleh pihak pengusaha Hotel WI sesuai keputusan MA, kepada Hendra sebesar Rp64.858.432 dan kepada Mukhlis sebesar Rp122.287.770. “Sudah bolak balik saya bicarakan dengan pihak menagemen hotel WI, agar mereka membayarkan pesangon tersebut. Tapi, sampai sekarang gak juga mau mereka bayar,” ungkapnya.

Selain menuntut pembayaran pesangon dua mantan karyawan tersebut, SBSI juga akan mendesak pihak Hotel WI untuk segera membayarkan tunjangan jabatan dua karyawannya yang telah mengajukan gugatan pensiun melalui Pengadilan Hubungan Industri (PHI).

Diterangkannya, kedua karyawan bernama Mujiono dan Jandi Simatupang itu telah berusia lebih dari 60 tahun dan hingga saat ini belum juga dipensiunkan. Sementara menurut Undang-undang ketenagakerjaan nomor 13 tahun 2003, batas usia pekerja itu hanya sampai 55 tahun.

Karena itulah, Mujiono dan Jandi menggugat Hotel WI melalui PHI. “Sudah seharusnya mereka pensiun, tapi pihak Hotel WI masih terus mempekerjakan mereka sampai sekarang. Memang, Mujiono dan Jandi kalah dalam gugatan tersebut. Tapi, dalam putusan Pengadilan Negeri Medan dengan nomor 81/Pdt.Sus-PHI/2014/PN.Mdn tersebut, pihak Hotel WI diharuskan membayar tunjangan jabatan kepada Mujiono sebesar Rp2.982.550 dan kepada Jandi Simatupang sebesar Rp3.662.550. Tapi, sampai sekarang itu belum juga dibayarkan,” pungkasnya.

SBSI Juga akan Demo Depot Pertamina

Tak hanya Hotel WI, SBSI juga merencanakan menggelar aksi demo di depan Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) Pertamina Sibolga. Aksi tersebut juga dilatarbelakangi pemecatan 3 karyawan. Ketiga karyawan tersebut mengaku tidak berterima dengan pemecatan mereka. Karena, mereka dituduh ikut bermain dalam pencurian minyak.

“Ada tiga karyawan Pertamina sekaligus juga sebagai anggota kita (SBSI) yang diberhentikan, Urmai Tahan Nainggolan, Bobby Luther Hutagaol dan Ahmad Sayuti Lubis. Ketiganya adalah Satpam. Mereka dipecat karena dituduh telah ikut melakukan pencurian minyak dengan beberapa karyawan bagian pengisian BBM yang juga sudah diberhentikan. Sementara, tupoksi mereka sebagai Satpam, tidak ada kaitannya dengan pengisian minyak, kenapa malah mereka ikut dipecat. Itu yang mereka tidak berterima,” kata Binsar Tambunan.

Kemudian lanjutnya, ada yang janggal dengan alasan pemberhentian ketiga Satpam tersebut. Karena, pihak TBBM Pertamina Sibolga tidak pernah melaporkan mengenai kehilangan minyak ke pihak yang berwajib. “Kalau memang ada minyak yang hilang, kenapa gak dilapor polisi. Laporlah polisi, biar ketahuan siapa pemain yang sebenarnya,” tukasnya.

Tak hanya itu, keanehan lainnya dalam perkara pemberhentian ketiga Satpam tersebut, yakni tidak diberhentikannya beberapa pegawai tetap pertamina. Padahal, dalam masalah kehilangan minyak di TBBM Pertamina Sibolga tersebut, ada beberapa karyawan tetap yang juga dinyatakan bersalah atau ikut terlibat dalam pencurian minyak tersebut.

“Kenapa mereka karyawan tetap tidak ikut diberhentikan. Kenapa malah mereka yang tidak terlibat diberhentikan. Kami menduga, ketiga Satpam ini menjadi tumbal mereka atas kehilangan minyak tersebut. Agar ada yang disalahkan dalam kejadian tersebut, harus ada yang di-PHK. Dan pihak menajemen memilih menumbalkan ketiga Satpam ini,” terangnya merinci persoalan yang dialami tiga Satpam Pertamina Sibolga tersebut.

Dalam aksi demo SBSI nanti, mereka akan mendesak pihak Pertamina agar memberhentikan para karyawan tetap yang ikut terlibat atau mempekerjakan kembali ke 3 Satpam tersebut.

“Kalau tidak mau memberhentikan, berarti ada yang janggal di Pertamina Sibolga. Kami menduga ada ‘permainan’ yang memang dilakukan secara berjamaah. Makanya, mereka gak berani memberhentikan karyawan tetap tersebut. Apakah karena hasilnya mereka makan bersama, kita gak tahu. Tapi, sementara ini, penilaian kami dari SBSI menyikapi masalah ini, begitu,” pungkasnya.

Selain kedua perusahaan tersebut, aksi juga akan digelar di depan kantor DPRD Sibolga. Mereka, ingin mendesak para wakil rakyat tersebut menyikapi persoalan yang dialami warga Sibolga yang bekerja sebagai buruh perusahaan. (ts)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button