HUT RI
Berita

Honorer Samsat Humbahas Terjaring Pungli Pengurusan STNK

FaseBerita.ID – Tim Saber Pungli (Sapu Bersih Pungutan Liar) Polres Humbang Hasundutan melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap pegawai honorer Sistem Adminitrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) berinisial EHH (41) warga Desa Purba Dolok, Kecamatan Dolok Sanggul, Sabtu (2/4) lalu.

Kepala Polisi Resort (Kapolres) Humbang Hasundutan, AKBP Rudi Hartono membenarkan penangkapan tersebut, Minggu (3/4).

Rudi menjelaskan, OTT bermula dari laporan MS (54) warga Desa Naga Saribu 1, Kecamatan Lintong Nihuta kepada pihaknya. Dimana, dalam kepengurusan perpanjangan STNK dan pajak korban, dikenakan adminitrasi yang tidak sesuai. “Jadi awalnya ini karena laporan korban ke tim Saber Pungli,” kata Rudi.

Diamankannya EHH berawal saat MS datang ke kantor Samsat, pada Senin 27 April 2020 sekitar pukul 11.00 WIB, guna mengurus perpanjangan STNK dan pajak kendaraan.

Saat di Samsat, MS bertemu tersangka. Kepada tersangka, MS pun menceritakan tujuannya, yakni mengurus pajak dan perpanjangan STNK kendaraan suaminya.

Oleh tersangka, langsung menawarkan jasa pengurusan dengan biaya Rp2.930.000.

Mendengar itu, MS pun menyerahkan buku kendaraan suaminya, yakni BPKB dengan jenis kendaraan mobil toyota Avanza berwarna abu-abu metalic dengan nomor Polisi BB 1360 DB atas nama SABAR NABABAN dan satu buah 1 (satu) Lembar Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK). Ditambah, uang senilai Rp2 juta sebagai uang muka.

“Kemudian, korban diberikan nomor telepon pelaku sebagai tempat komunikasi selanjutnya,” kata Kapolres.

Tak lama kemudian, pelaku menghubungi korban untuk datang, Sabtu (2/4) menjemput BPKB dan STNK ke kantor Samsat. “Sekalian pelaku meminta sisanya Rp930 ribu agar jangan lupa dibawa oleh korban,” sambung Kapolres.

Lalu, pada Sabtunya, sekitar pukul 10.30 WIB, MS jumpa dengan pelaku di kantor Samsat, kemudian pelaku menyerahkan buku kendaraan suami korban.

Setelah itu, korban menyerahkan sisa uang senilai Rp930 ribu, yang sebelumnya uang dikasih kepada pelaku sejumlah Rp950 ribu.

“Dan disaat membalikkan sisanya Rp20 ribu lagi, disaat itulah tim saber kita menangkap pelaku,” ungkap Rudi.

Atas kejadian tersebut, lanjut Rudi, korban mengalami kerugian senilai kurang lebih Rp373.000. Yang mana biaya pengurusannya senilai Rp2.556.125,- digenapkan senilai Rp2.557.000,-, namun uang yang diminta tersangka senilai Rp2.930.000. “Atas perbuatannya, pelaku dikenakan pasal penipuan dan penggelapan,” jelas Rudi.

Lebih lanjut dikatakan, Kapolres, atas pengembangan tersangka, bahwa pungutan liar di kantor Samsat sudah kerap terjadi. Dan bukan hanya dirinya, namun ada beberapa petugas juga kerap melakukan pungli kepada masyarakat.

Menurut tersangka, atas pungutan yang dilakukannya ada disetor ke uang pungutan ke pegawai dalam bagian loket. “Jadi, kita akan melakukan pemeriksaan nantinya sebanyak 13 orang, pegawai disitu, sesuai pengakuan tersangka. (smg)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button