Berita

Hina Pekerjaan Suami Pegawainya, Kapus Simarimbun Tersangka

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kepala Puskesmas (Kapus) Simarimbun, Ritawati Siboro SKM ditetapkan sebagai tersangka penghinaan. Ia dituduh menghina pekerjaan suami pegawainya, Rosenta Saragih.

“Kepala Puskesmas Simarimbun, Ritawati boru Siboro sudah kami panggil dan diperiksa sebagai tersangka kasus penghinaan,” terang Kapolsek Siantar Marihat AKP Bilmar Limbong melalui Kanit Reskrim Ipda Ponijan Damanik saat ditemui di Polres Pematangsiantar, Kamis (24/10/2019).

Namun, sambungnya, Ritawati tidak ditahan karena ancaman hukumannya sesuai Pasal 310 KUHPidana di bawah lima tahun. Selanjutnya, pihaknya akan memeriksa seorang saksi lagi untuk melengkapi berkas perkara yang segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar.

“Kasus penghinaan itu tindak pidana ringan (tipiring), makanya tersangka Ritawati Siboro tidak ditahan,” katanya.

“Pokoknya, secepatnya kami akan lengkapi berkas perkara untuk bisa dikirimkan ke Kejari Siantar,” tambah Ponijan.

Dugaan penghinaan itu terjadi Jumat (4/10/2019) sekira pukul 13.00 WIB di Puskesmas Simarimbun, di Jalan Parapat, Kelurahan Simarimbun, Kecamatan Siantar Marimbun. Siang itu, korban Rosenta yang merupakan bidan Puskesmas bernyanyi-nyanyi di ruang kerjanya.

Tak lama, pimpinannya Ritawati turun dari ruangan kerjanya di lantai dua. Diketahui, Ritawati hendak pulang ke rumahnya dengan membawa satu unit printer.

Korban yang mengaku tidak mengetahui kehadiran pimpinannya, tetap bernyanyi. Ia menyanyikan lagu Batak yang syair “Boan au tu jabu mi, manang tudia ho lao (bawa aku ke rumahmu, entah di mana kau pergi).

Rupanya Ritawati merasa tersinggung dengan lagu yang dinyanyikan pegawainya itu. Lantas, ia mendatangi Rosenta dan marah-marah.

“Siapa yang nyanyi itu?” tanyanya.

“Saya, Bu,” jawab Rosenta.

“Apa kau sindir-sindir?” tanya Ritawati lagi.

“Mentang-mentang aku bawa printer. Ini printer sudah banyak jasanya!” tukas Ritawati

Tak ingin ribut dengan pimpinannya, Rosenta keluar dari ruang kerjanya dan pindah ke ruangan obat. Namun Ritawati mengikutinya dan tetap marah-marah.

“Mau menyindir-nyindir kau? Mentang-mentang isteri polisi dan tentara kalian! Itupun polisi biasanya, belum lagi Kapolsek!” kata Ritawati.

Mendengar perkataan atasannya, Rosenta tidak terima. Ia menganggap Ritawati sudah menghina pekerjaan suaminya yang bertugas di Polsek Siantar Marihat. Tak menunggu lama, sorenya Rosenta bersama teman kerjanya, Endang Silitonga membuat membuat pengaduan ke Polsek Siantar Marihat.

Endang juga merasa tidak terima dengan perkataan Ritawati yang ikut menghina pekerjaan suaminya sebagai prajurit TNI Angkatan Darat. Karena saat itu, Endang juga berada di ruangan obat bersama Rosenta.

Dalam laporan pengaduan, disebutkan dua pegawai Puskesmas lainnya, yakni Ita Siahaan dan Desi sebagai saksi. Sebab keduanya mendengar penghinaan yang diucapkan Ritawati. (mag-03)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close