Berita

Herowhin Sinaga Tak Lagi Bertugas di Pemko Siantar, tapi Masih Digaji

SIANTAR, FaseBerita.ID – Mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah Pembangunan dan Aneka Usaha (PD PAUS) Pematangsiantar Herowhin TF Sinaga sudah resmi menjadi tersangka kasus korupsi dana penyertaan modal dari Pemko Pematangsiantar.

Namun sejauh ini, Herowhin belum ditahan oleh pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar. Bahkan, sejak berstatus tersangka, Herowhin sama sekali belum pernah diperiksa.

Herowhin, seperti dikatakan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pematangsiantar Zainal Siahaan, masih berstatus sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Hanya saja, sebenarnya ia tidak lagi bertugas di Pemko Pematangsiantar. Melainkan telah mutasi ke Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Meski begitu, Herowhin tetap menerima gaji yang ditampung di APBD Pematangsiantar.

“Surat dari Pemko Pematangsiantar sudah disampaikan ke Gubernur Sumatera Utara, bahwasanya Herowhin telah ditempatkan ke Pemprovsu. Gajinya masih ditampung di APBD Siantar, tapi Tunjangan Perbaikan Penghasilan atau TPP tidak diberikan lagi,” terang Zainal, kemarin.

Sementara itu, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Pematangsiantar Dostom Hutabarat mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melayangkan surat ke Pemko Pematangsiantar untuk mengetahui kejelasan status ASN Herowhin.

“Minggu depan kita mengeluarkan pemanggilan kedua,” katanya lagi.

Herowhin, sebelum menjabat Dirut PD PAUS, sempat menjadi Kepala Badan Perencanaan, Penelitian, dan Pembangunan Daerah n(Bappeda) di Pemko Pematangsiantar. Setelah masa jabatannya habis, ia ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi dana penyertaan modal dari Pemko Pematangsiantar dengan kerugian negara diperkirakan Rp500 juta.

Sulit Ditemui

Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadis Kominfo) Pemko Pematangsiantar Posma Sitorus dan Acai Sijabat, sulit ditemui di kantornya. Senin (12/8/2019), saat wartawan mendatangi kantornya, menurut stafnya, Posma sedang mengikuti rapat di kantor Bappeda. Sementara Acai membayar tagihan PBB.

Namun informasi dari Bagian Humas dan Protokoler Pemko Pematangsiantar, ternyata kemarin tidak ada rapat di kantor Bappeda.

Posma yang menjadi tersangka kasus korupsi pembangunan Smart City, sudah dua kali mangkir dari panggilan kejaksaan. Alasannya, sakit dan sedang bepergian ke luar kota. Sedangkan Acai, sudah diperiksa namun tidak ditahan. Alasan jaksa, Acai dinilai kooperatif.

“Kita masih agendakan lagi untuk melakukan pemanggilan (terhadap Posma),” ujar Dostom. (leo/pra)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close