Berita

Heboh, Mayat dalam Parit di Tapsel

FaseBerita.ID – Masyarakat Desa Padang Lancat Sisoma, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sabtu (14/3) siang, heboh. Mereka mendapati sesosok jasad laki-laki tergeletak di parit Jalan Lintas Sumatera Psp-Batangtoru yang membelah desa itu.

Kapolsek Batangtoru, AKP Abdi Abdillah yang mendapat kabar dari masyarakat kemudian turun bersama personilnya mengevakuasi jasad tanpa identitas ini dari parit yang tepat di depan pagar rumah milik Asrin Tambunan itu.

Polisi membawanya ke Puskesmas Batangtoru guna melakukan visum et repertum, dan dari pemeriksaan luar tidak ada tanda kekerasan ditemukan. Kemudian dari keterangan warga sekitar, sementara polisi menduga pria ini merupakan tuna wisma, yang acap kali mondar mandir di sepanjang jalan lintas tersebut.

“Sementara kita sudah membawanya ke RSUD Kota Padangsidimpuan, menunggu pencarian identitas dan keluarga Mr X ini,” kata Abdi Abdillah.

Seorang warga, Rojuna Siregar (54) kepada polisi mengungkapkan, bila beberapa jam sebelum jasad itu ditemukan warga di depan rumahnya, ia melihat orang yang tidak dikenal yang tak lain merupakan pria yang ditemukan itu, di depan pagar rumahnya. Mondar-mandir sambil mengutip sampah. Merasa asing dengan itu, Rojuna pun menutup dan mengunci pintu rumahnya selanjutnya pergi ke kebun bersama sang suami Asrin Tambunan yang berada di belakang rumah.

Pulang dari kebun itu, kira-kira pukul 12.30 WIB, Rojuna dan sang suami telah keluar dari kebun dan hendak menjemur buah pinang di depan rumahnya. Namun anak-anak kampung itu ramai di depan rumah menghadap ke parit jalan. Saat bertanya ada apa di situ, ternyata pria yang tadi dilihatnya telah ada di dalam parit dan dalam keadaan tak bernyawa.

Menurut Kapolsek, ciri-ciri korban di antaranya menggunakan kaos berwarna merah bertuliskan PSBI, celana pendek selutut merek lee by hugo, tinggi badan 175 cm, rambut pendek sedikit botak.

Abdi Abdillah juga berharap, keluarga cepat ditemukan sebab tak lama lagi jasad itu akan diserahkan ke Dinas Sosial untuk pemulasaraan sebab alat pendingin jenazah di RSUD Kota Padangsidimpuan tak memadai. (san)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button