Berita

Hasim Minta Polisi dan Pemko Siantar Tegas Soal Jenazah Dimandikan Bukan Muhrim

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID-Adanya warga Kecamatan Dolok Batunanggar Kabupaten Simalungun berjenis kelamin perempuan yang pelaksanaan Fardhu Kifayah-nya dilakukan petugas pria bukan Muhrim di RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar, menimbulkan gejolak di tengah-tengah masyarakat.

Menyikapi kondisi ini, calon Bupati Simalungun nomor urut 2, Muhajidin Nur Hasim mengharapkan warga tetap tenang. Jangan sampai terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

“Saya imbau warga tetap tenang. Mari kita berikan waktu kepada polisi dan Pemko Pematangsiantar untuk menyikapi dan melakukan penyelidikan. Kita tunggu saja apa tindakan tegas polisi dan Polres Siantar,” kata pria yang akrab disapa Bang Hasim itu.

Hasim yang didampingi calon Wakil Bupati Simalungun Tumpak Siregar (TPS) mengaku dirinya memang sangat menyesalkan peristiwa yang terjadi di RSUD dr Djasamen Saragih.

Menurut Hasim, sesuai protokol kesehatan, pasien terindikasi terpapar Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang meninggal dunia, pelaksanaan Fardhu Kifayah-nya dilakukan petugas di rumah sakit yang dilengkapi Alat Pelindung Diri (APD) lengkap.

Namun, tetap wajib dilakukan oleh petugas sesuai jenis kelamin dan Muhrim-nya.

“Kalau yang meninggal dunia laki-laki, yang melaksanakan Fardhu Kifayah tentunya laki-laki. Begitu juga sebaliknya, kalau yang meninggal itu perempuan, maka yang bertugas perempuan. Kecuali Muhrim-nya,” terang Hasim, yang berharap kelalaian tersebut jangan terulang lagi ke depannya.

Sebelumnya, Hasim telah bertemu langsung dengan suami dari pasien tersebut, Fauzi Munthe beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, Hasim memberikan support dan kata-kata penghiburan.(rel/fi)





Back to top button