Berita

Hasil Tes DNA, RH Setubuhi Siswi SMK

TAPUT, FaseBerita.ID – Tersangka RH (36) mengaku setubuhi KG, siswi SMK Tarutung di Parladangan Sitolu Tolu Dusun Pangguan, Desa Hutapea, Banuarea Kecamatan Tarutung Kabupaten Tapanuli Utara.

Kapolres Tapanuli Utara AKBP Horas Marasi Silaen dalam press release menyampaikan hasil laboratorium forensik cabang Medan, bahwa sampel DNA bercak darah yang terdapat di celana adalah punya Korban, sampel sperma yang terdapat di vagina korban identik sperma RH, bahwa terhadap korban ada dilakukan persetubuhan yang dilakukan oleh RH.

“Penyidik telah mengambil sampel darah dari tersangka untuk dilakukan pemeriksaan DNA ke Pusdokkes Mabes Polri untuk memastikan apakah korban ada dilakukan persetubuhan atau tidak. Hasil tes Mabes dan Medan bahwa RB melakukan persetubuhan,” tegas Kapolres AKBP Horas Silaen dalam press release di kantor Mapolres Tapanuli Utara, Sabtu (14/9/2019).

Kapolres AKBP Horas mengungkapkan, kronologis kejadian bahwa tersangka melihat gubuk di tengah kebun coklat tersebut dengan maksud ingin meletakkan korban di dalam gubuk tersebut, selanjutnya tersangka kembali ke tengah kebun coklat untuk melihat korban. Saat tersangka melihat tubuh korban terletak di kebun coklat, tersangka melihat baju korban telah terbuka hingga sampai lengan korban dan celana korban terbuka hingga lutut korban.

Selanjutnya tersangka langsung menyetubuhi korban dengan membuka baju korban hingga terlepas dan menggantungkan baju dan pakaian dalam korban di ranting pohon coklat dekat dengan korban diletakkan tersebut.

Kemudian setelah berhubungan intim dengan korban, tersangka kembali meletakkan korban di bawah pohon bambu dengan posisi telungkup dengan posisi telanjang, selanjutnya tersangka kembali mengambil baju korban yang tersangka gantungkan di ranting pohon coklat tersebut.

Selanjutnya tersangka menutup punggung korban dengan baju yang tersangka ambil dari ranting pohon coklat tersebut selanjutnya tersangka meninggalkan korban.

RH saat diwawancara usai press release mengakaui perbuatannya telah menyetubuhi korban.

“Setelah saya memukul dan mencekik dia, saya kembali melihat korban lalu kusetubuhi,” akunya.

Pasal yang dipersangkakan terhadap RH, Pasal 338 KUHPidana (dengan sengaja menghilangkan jiwa orang lain, ancaman hukumannya penjara 15 tahun), pasal 365 (Pencurian dengan kekerasan yang disertai dengan pembunuhan, ancaman 12 tahun penjara), pasal 285 (kekerasan atau ancaman kekerasan memaksa perempuan yang bukan istrinya bersetubuh dengan dia dengan hukuman dua belas tahun) dan pasal 351 (penganiayaan mengakibatkan mati orangnya dengan hukuman 7 tahun).

Selanjutnya berkas acara dan tersangka akan segera dilimpahkan ke kejaksaan untuk proses lebih lanjut.

Sebelumnya, diberitakan, KG, warga Desa Huta Pea Banuarea ditemukan oleh orangtuanya SG beserta warga dalam keadaan meninggal dengan kondisi tidak berpakaian  di area perladangan di Dusun Sitolu-tolu berjarak sekitar 300 meter dari rumah Kristina, Senin (5/8/2019) lalu sekitar pukul 8.00 WIB.

Awalnya, SG dibantu warga mencari putrinya yang tidak pulang ke rumah sejak pergi keluar, Minggu (4/8/2019) sore. Berdasarkan informasi dari masyarakat yang melihat adanya sepedamotor parkir di pinggir jalan dekat TKP, SG dan warga pun  menyisir area perladangan hingga akhirnya mereka menemukan mayat KG. Tidak lama setelah ditemukannya mayat KG, polisi akhirnya mengamankan RH yang dicurigai sebagai pelaku. RH diamakan dari sawah di desa tersebut. (as/osi)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close