Berita

Harta Walikota Medan Dzulmi Eldin Rp20 M

FaseBerita.ID, JAKARTA- Walikota Medan Dzulmi Eldin ditangkap tim penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) lewat operasi tangkap tangan (OTT), Selasa (15/10) malam. Selain Dzulmi Eldin, tim KPK juga mengamankan enam orang lainnya, yakni Kepala Dinas PU, protokoler, ajudan walikota, dan pihak swasta.

Selain itu mereka mengamankan uang sekitar Rp200 juta yang diduga berasal dari sejumlah kepala dinas di lingkungan Pemko Medan, yang menyetor uang dalam jumlah tertentu kepada sang walikota.

KPK pun menetapkan Dzulmi Eldin dan Kepala Bagian Protokoler Kota Medan Syamsul Fitri Siregar serta Kepala Dinas PUPR Medan Isa Ansyari sebagai tersangka. Dzulmi dan Syamsul diduga sebagai penerima suap. Sementara, Isa diduga sebagai pemberi suap.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam konferensi pers, Rabu (16/10) menjelaskan, mereka terjerat dalam kasus dugaan suap terkait urusan proyek dan jabatan di Pemko Medan Tahun 2019. Dzulmi Eldin diduga menerima suap secara bertahap dalam jumlah yang bervariasi dari Isa. Isa pada 6 Februari 2019 dilantik oleh DZulmi sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Pemko Medan. Setelah dilantik, Isa diduga memberikan uang senilai Rp20 juta setiap bulan pada periode Maret hingga Juni 2019 ke Dzulmi. Pada 18 September 2019, Isa diduga kembali memberikan uang senilai Rp50 juta ke Dzulmi.

Dikutip dari situs e-lhkpn, pada 2016, harta kekayaan Dzulmi yang dilaporkan sebesar Rp9.470.065.500 Sementara pada 2017, harta kekayaannya bertambah lebih dari dua kali lipat yakni Rp20.283.104.516. Terakhir kali ia menyerahkan LHKPN pada 31 Desember 2018. Total hartanya Rp20.399.766.565. Kekayaannya terdiri atas tanah dan bangunan dengan total nilai Rp11.581.954.000. Dzulmi dilaporkan memiliki tanah di Medan, Deliserdang, dan Jakarta Selatan.

Selain itu, Dzulmi juga memiliki alat transortasi berupa mobil dan motor dengan total nilai kendaraan Rp193 juta. Sedangkan harta bergerak lainnya yang ia miliki senilai Rp4.961.516.000 serta kas dan setara kas senilai Rp3.663.296.565.

Dzulmi diamankan sekitar pukul 23.00 WIB saat ia sedang melakukan fisioterapi di salah satu rumah sakit di Medan. Sebelumnya, Tim KPK pun mengamankan Isa di rumahnya sekitar pukul 21.30 WIB. Pada Rabu dini hari, pukul 01.30 WIB, tim KPK bergerak ke kantor Dzulmi dan mengamankan Sultan beserta uang tunai sebesar Rp200 juta di laci kabinet di ruang protokoler.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang masih dalam konferensi menjelaskan, uang setoran dari Isa diduga untuk menutupi biaya non budget perjalanan dinasnya ke Jepang pada Juli 2019 lalu. Dalam perjalanan dinas itu, Dzulmi turut membawa istri, dua anak, dan beberapa orang lain yang tidak berkepentingan.

 

Bahkan, Dzulmi beserta rombongan pribadinya memperpanjang waktu tinggal di Jepang selama tiga hari. Akibatnya muncullah pengeluaran perjalanan dinas yang tidak dapat dipertanggungjawabkan, bahkan tidak dapar dibayar menggunakan dana APBD.

“Pihak tour and travel kemudian menagih sejumlah pembayaran tersebut kepada DE (Dzulmi),” lanjut Saut.

Sementara itu, pria yang diduga ajudan Walikota Medan yang melarikan diri saat ditangkap tim KPK dibawa ke Polrestabes Medan. Ia keluar dari gedung Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Medan pada pukul 13.51 WIB dan digelandang menuju ke parkir mobil. Pria tersebut kemudian masuk mobil Toyota Avanza polisi BK 1136 FT berwarna silver gelap. Mobil tersebut keluar meninggalkan gedung Polrestabes Medan pukul 14.00 WIB.

Kasatreskrim Polrestabes Medan Kompol Eko Hartanto saat ditanya wartawan hanya membenarkan ada pemeriksaan oleh penyidik dari KPK di Polrestabes Medan. Dia mengaku tidak berhak memberikan jawaban.

“Ada. Saya enggak berhak kasih info, maaf ya,” katanya. (kdc/int)

 



Pascasarjana

Unefa
Back to top button