Berita

Hari Buruh di Sibolga: SBSI Gelar Orasi Jalanan

SIBOLGA, FaseBerita.ID – Buruh atau pekerja yang tergabung dalam organisasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) Sibolga-Tapteng memperingati hari buruh atau May Day dengan menggelar orasi jalanan di sepanjang jalan Kota Sibolga hingga Pantai Kalangan, Tapteng, Rabu (1/5).

Berangkat dari kantor sekretariat SBSI di Jalan Horas, Kelurahan Pancuran Kerambil, ratusan buruh tersebut menyampaikan beberapa tuntutan yang dinilai tidak mensejahterakan buruh.

Di antaranya, menolak upah murah di Kota Sibolga dan Tapteng. Kemudian, menolak PP 77/2015 karena tidak berpihak kepada kesejahteraan kaum buruh/pekerja.

Menuntut pengusaha di Sibolga dan Tapteng untuk membayar upah pekerja sesuai dengan upah minimum tahun 2019 dan mendesak pemerintah daerah dan penegak hukum untuk sigap dan responsif dalam penanganan dan pengaduan tindak pidana ketenagakerjaan, termasuk menghalang-halangi berserikat.

Ketua SBSI Sibolga-Tapteng Binsar Tambunan dalam wawancara dengan wartawan menyebut bahwa saat ini buruh tidak dapat berharap banyak lagi dari pengusaha, pasca dikeluarkannya PP 78 tahun 2015, yang dinilai bertentangan dengan Undang-undang Nomor 13 tentang perburuhan.

“Kita tidak bisa berharap banyak lagi, karena pemerintah telah membuat rel melalui PP 78/2015. PP 78 itu mengkebiri UU nomor 13,” kata Binsar, Rabu (1/5).

Salah satu di antaranya, yang paling merugikan buruh dalam PP tersebut, dimana tindak pidana perburuhan mulai kabur. “Kemudian, masalah upah dibatasi dengan inflasi. Padahal sebelumnya, upah itu disesuaikan dengan kebutuhan. Makanya, ada survei pasar. Sekarang, tidak ada lagi survei pasar,” ketusnya.

iklan usi

1 2Laman berikutnya


Back to top button