Berita

Harapan Keluarga Korban Perampokan: Kami Ingin Pembunuh Ibu Cepat Ditangkap

TANJUNGBALAI, FaseBerita.ID – Pelaku perampokan sekaligus pembunuhan Nenek Hj Nutaini (73) masih misterius. Meski sudah tiga hari paska kejadian, hingga Kamis (21/3) Polisi belum bisa mengungkap identitas pelaku.

Pantauan wartawan, kesedihan keluarga atas kepergian korban masih begitu terasa. Keluarga korban berharap pihak kepolisian secepatnya menangkap dan menjatuhi hukuman seberat-beratnya terhadap pelaku.

“Kami berharap pelaku pembunuhan ibu segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya,” ujar Tina (38), salah satu menantu korban saat ditemui wartawan di rumah duka di Jalan Sudirman, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Rabu (20/3).

Usai pemakaman, Antoni (43) anak korban langsung dimintai keterangan oleh polisi sebagai saksi.

Baca: Diduga Korban Perampokan, Hj Nuraini Ditemukan Bersimbah Darah

“Suamiku sudah dimintai keterangan oleh polisi,” kata Tina.

Saat kejadian, selain perhiasan, sepedamotor korban ternyata turut dibawa kabur oleh pelaku. “Kreta mamak juga dibawa kabur,” ucapnya.

Menurut Tina, selama ini korban tinggal sendirian di rumah tersebut. “Ibu itu tinggal sendirian di rumah. Dia tidak mau ditemani siapapun. Makanya saya terkejut dengar kabar itu. Katanya mertua saya dirampok dan dibunuh. Saya dapat kabar dari tetangga,” ungkap wanita berkulit sawo matang itu.

Sementara Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai SH SIK melalui Wakapolres Kompol Edi Bona Sinaga saat dikonfirmasi wartawan melalui Whatsapp (WA) miliknya mengatakan, kasus dugaan pembunuhan tersebut hingga kini masih dalam penyelidikan.

“Untuk tersangka belum, masih dalam penyelidikan,” kata Wakapolres, Kamis (21/3).

Sebelumnya, Hj Nuraini alias Nenek Netty (73) ditemukan tewas bersimbah darah di rumahnya di Jalan Sudirman, Kelurahan Pahang, Kecamatan Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Selasa (19/3) sekira pukul 07.00 WIB. Almarhum diduga menjadi korban perampokan.

Kejadian ini sempat membuat geger warga sekitar lantaran pembunuhan itu cukup misterius.

Informasi dihimpun, mayat korban pertama kali ditemukan tetangganya, Indra, sekitar pukul 06.00 WIB dalam keadaan bersimbah darah akibat luka pada bagian leher dan perut.

Penemuan itu berawal dari rasa curiga karena korban tidak keluar rumah seperti yang biasa dilakukannya setiap pagi.

“Biasanya pagi-pagi beliau (korban) keluar rumah untuk melakukan berbagai aktifitas. Namun, tadi pagi nenek itu tidak ke luar rumah,” kata Indra kepada sejumlah wartawan.

Indra, pedagang lontong itu menjelaskan, sebelum menemukan mayat korban, ia melihat seorang pria keluar dari rumah tersebut dengan mengendarai sepedamotor.

Bahkan pria yang mengenakan penutup wajah tersebut sempat ditegur oleh Indra dengan bertanya dimana korban.

“Pria itu sempat kutanya dimana nenek (Netty). Tapi dia tidak menjawab. Dia hanya menunjuk ke arah dalam rumah korban,” ujar Indra.

Karena curiga ia bersama berapa tetangga lainnya masuk ke rumah dan menemukan korban sudah bersimbah darah dan terbujur kaku. Di tubuh korban ada luka di bagian leher dan sejumlah barang berharga diduga hilang.

“Atas kejadian tersebut kami memberitahukan kepada kepling, dan kepling melaporkannya kepada polisi,” kata Idris di tempat kejadian perkara. (CK-04/des)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button