Berita

Hamili Siswi SMA, Oknum KAUR Nagori Ingin Korban Jadi Istri Kedua

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Tahun baru 2020 menjadi kisah memilukan bagi Bunga (17), bukan nama sebenarnya, salahseorang siswi SMA di Kabupaten Simalungun.

Ia terpaksa berhenti sekolah akibat perbuatan seorang lelaki yang menodainya hingga hamil empat bulan.

Pelaku berinisial BS (36) seorang pria yang memiliki istri dan tiga anak. Pelaku bekerja sebagai Kepala Urusan di Kantor Kepala Desa.

LM, abang korban ditemui di Polsek Tiga Balata, Selasa (7/1) mengatakan, kasus ini terungkap 2 Januari 2020. Pelaku sendiri merupakan warga satu kampung di Kecamatan Jorlang Hataran.

Dia mengatakan, awalnya keluarga curiga melihat bentuk tubuh korban yang mulai membesar. Selain itu, korban juga sering mengalami mual-mual. Ternyata kecurigaan keluarga benar. Setelah dibujuk, korban akhirnya mau berterus terang dan mengakui kalau dia sedang hamil.

“Pelaku memang kami kenal karena satu kampung. Ketahuannya tanggal 2 Januari. Kami curiga perut adek itu makin besar dan sering sakit. Kebetulan acara tahun baru. Awalnya dia (korban) tidak mengaku. Ditanya langsung nangis dan akhirnya dia mengaku. Dari pengakuan adek saya (korban) kalau pelaku sempat menyuruh untuk menggugurkan hasil hubungan mereka,” ungkap LM.

LM menjelaskan pelaku memang sudah mengakui perbuatannya. Namun, keluarga tidak terima karena pelaku sudah memiliki istri dan anak. Keluarga sepakat untuk tetap melanjutkan kasus ini ke ranah hukum.

“Pelaku sudah mengakui perbuaatannya. Kita gak terima adik kami diginikan. Si pelaku sudah beristri dan anak tiga. Gak bisa menanggungjawabi saja. Ini sudah tumpul dari cakap damai. Tidak ada kata damai lagi. Harus maju terus. Istri sudah ada dan anak sudah ada, mana bisa di adat begitu. Bisa diusir dari kampung,” katanya.

“Permintaannya mau damai dijadikan istri kedua. Mana bisa. Mana bisa terbit surat nikahnya ini,” ujarnya dengan nada emosi.

LM mengungkapkan akan melanjutkan laporan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun. Karena, pihak Polsek Tigabalata tidak memiliki unit PPA.

“Kata polisi di polsek belum ada PPA. Harus ke Polres. Besoklah ke Polres kami,” ujarnya. (Mag 04/fe)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close