Berita

Hakim Sekaligus Humas PN Medan, Jamaluddin, Diduga Dibunuh

MEDAN, Fase Berita.ID – Hakim sekaligus Humas Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jamaluddin (55), ditemukan tewas dalam mobil Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 77 HD di areal kebun sawit Dusun II, Namo Rindang, Desa Suka Rame, Kecamatan Kutalimbaru, Deliserdang, Jumat (29/11).

Diduga kuat korban yang tinggal di Perumahan Royal Monaco, Kelurahan Gedung Johor, Kecamatan Medan Johor ini dibunuh. Pasalnya, jenazah korban ditemukan dalam kondisi tangan terikat tali.

Diketahui, Jamaluddin SH MH merupakan hakim karir di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Jamaluddin merupakan hakim pengadilan hubungan industrial (PHI). Namun, sesekali dia juga menyidangkan perkara pidana di PN Medan.

Dalam kasus pidana, Jamaluddin yang menjadi ketua majelis menyidangkan perkara narkotika jenis sabu seberat 20 kg. Saat ini perkaranya telah masuk pada proses penuntutan. Selain itu, Jamaluddin juga pernah menyidangkan perkara prostitusi, yang telah selesai diputus beberapa bulan lalu

Dalam wawancara kepada media beberapa waktu lalu, sebelum menjadi hakim di PN Medan, Jamaluddin memulai dari bawah. Diantaranya, sebagai pegawai kecil pada tahun 1990. Kemudian pada tahun 1992, dirinya diberi kesempatan oleh negara, untuk mengikuti sekolah pimpinan.

“Pulang saya sekolah pimpinan, tahun 1994 saya diangkat menjadi panitera pengganti. Tahun 1996, saya diangkat jadi panitera muda pidana. Tahun 1998, saya ikut testing sebagai hakim, tahun 1999 saya lulus. Kemudian tahun 2002 saya diangkat menjadi hakim,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Usai diangkat menjadi hakim, ia memutuskan kembali ke kampung halamannya di Siemuelue, Aceh. “Empat bulan saya menjadi hakim, bulan kelima saya diangkat Plt ketua selama dua bulan. Januari 2003, saya diangkat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Siemuelue.

Kemudian, pada tahun 2008, Jamaluddin dipindahkan ke PN Banda Aceh, lalu tahun 2009, dia dipindahkan ke PN Padang. SEjak Desember 2015, dipindahkan ke PN Medan. (fe/int)

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close