Berita

Guru Honorer di Madina Belum Gajian, Ini Jawaban Bendahara

FaseBerita.ID – Sejumlah guru honorer Tenaga Kerja Sukarela (TKS) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengaku belum menerima gaji. Gaji tertunggak itu bervariasi. Ada yang satu bulan dan ada yang dua bulan untuk tahun ajaran 2019.

Bendahara Dinas Pendidikan (Dispen) Kabupaten Mandailing Natal Surniati awalnya takut untuk berkomentar saat ditanyai mengenai persoalan gaji guru honorer Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang belum dibayar di tahun 2019.

Saat dikonfirmasi di ruangannya, Selasa (18/02) Surniati takut untuk berkomentar sekaligus menyuruh wartawan agar mengkonfirmasi persoalan itu ke Kepala Dinas Pendidikan Jamila Harahap.

Namun, setelah beberapa menit sempat adu argumen dengan wartawan akhirnya Surniati pun mau menangapi beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh wartawan.

Dari keterangan Surnaiti, bahwa alasan tak dibayarkan gaji dari guru honorer TKS itu dikarenakan masih harus menunggu instruksi dari pihak Inspektorat.

Kata Surniati, persoalan gaji TKS masih dalam pemeriksaan pihak Inspektorat. Ia juga mengklaim bahwa pihak Inspektorat yang telah menginstruksikan agar gaji guru TKS jangan dulu dibayarkan oleh pihaknya.

Surniati juga menyebut bahwa guru TKS yang mengalami dua bulan gaji tidak dibayarkan dikarenakan persoalan terkait surat aktif mengajar dari guru TKS yang belum masuk ke pihaknya. Kalau untuk gaji TKS yang satu bulan itu karena masih dilakukan pemeriksaan.

“Sebetulnya bulan Septembernya itu gaji yang sebulan yang belum dibayarkan itu. Itu karena masih pemeriksaan di Inspektorat. Kalau yang dua bulan itu karena surat aktif dari guru TKS yang belum masuk ke kita,” kata Surniati menanggapi.

Ia kemudian menjelaskan lebih rinci, gaji TKS yang belum dibayarkan itu terjadi di bulan Agustus dan September tahun 2019. Untuk guru TKS yang belum dibayar gajinya di bulan Agustus alasannya karena terkait surat aktif mengajarnya belum ada masuk.

Kalau untuk gaji di bulan September memang semua guru honorer TKS secara keseluruhan belum dibayar karena masih harus menunggu dulu instruksi dari pihak Inspektorat.

Saat ditanyai berapa data jumlah honorer guru honorer TKS yang belum menerima gaji baik untuk satu bulan dan dua bulan Surniati tak mengetahui secara pasti jumlahnya sekaligus juga memanggil Staf yang membidangi hal itu.

Namun, saat stafnya yang diketahui bernama Fahmi itu datang kemudian terjadi lagi argumen dan enggan mau memberikan jumlah data dari keseluruhan guru TKS yang tak dibayarkan gajinya.

Surniati dan Fahmi juga akhirnya malah kompak menginstruksikan agar wartawan mengkonfirmasi terlebih dulu Kepala Dinas Pendidikan Jamila Harahap.

Sementara Kadis Pendidikan Jamila Harahap saat didatangi wartawan pada Selasa (18/02) sekitar pukul 11:00 WIB tak berada diruanggannya. “Nggak ada ibu di sini dia sedang rapat, rapat dimana kak? Saya tak tau dari tadi pagi itu,” ujar adjudannya menanggapi dengan singkat.

Terpisah, salah satu Anggota DPRD Madina Sainal Abidin Nasution yang dimintai komentarnya terkait hal tersebut mengatakan agar pihak Dinas Pendidikan segera menyelesaikan persoalan gaji guru TKS yang belum dibayar.

Anggota Komisi I yang juga membidangi Dinas Pendidikan sekaligus meminta oknum dari masing-masing pejabat pemerintah jangan terkesan mulau menutup-nutupi persolan yang seharusnya diketahui oleh publik atau masyarakat.

“Persoalan gaji TKS yang belum dibayar sudah banyak laporan dari masyarakat. Saya sendiri saja sudah menerima laporan dari guru-guru di daerah konsituen saya di Dapil 3. Pihak Dinas Pendidikan segera lah menyelesaikan itu, kan tinggal sampaikan saja apa yang menjadi sebab persoalannya itu, jangan pula kesannya ditutup-tutupi,” pungkas Sainal yang menanggapi wartawan di kantor DPRD. (Mag01)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close