Berita

Gunakan Mikroba Google, Hasil Panen Jagung di Sipahutar Meningkat Dua Kali Lipat

TAPUT, FaseBerita.ID – Petani Desa Onan Runggu I Hutagurgur, Kecamatan Sipahutar, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), merasa puas akan hasil panen jagungnya meningkat.

Peningkatan itu bahkan mencapai dua kali lipat dari hasil panen setelah menggunakan pupuk hayati Mikroba Google.

Bonggur Tampubolon, petani yang menggunakan pupuk Mikroba Google mengakui awalnya tidak percaya ketika Dirut Perusda Pertanian memperkenalkan pertama kali.

“Saya pertama tidak yakin, ternyata terbukti memakai pupuk hayati Mikroba Google hasil panen jagung saya meningkat dua kali lipat,” sebutnya, Rabu (22/1).

Untuk itu, Bonggur berharap petani lain memakai bila ingin hasilnya meningkat. “Sangat cocok di Taput meningkatkan kualitas produksi secara signifikan, bahkan cocok untuk semua komoditi pertanian,” jelasnya.

Lenta Batubara selaku Koordinator PPl Sipahutar, membenarkan bila dibanding pupuk lainnya, Mikroba Google lebih baik mengikat unsur hara.

“Karena dalam Mikroba Google ada bakteri baik yang fungsinya mengikat unsur hara, hal itu yang memicu kesuburan lahan hingga membuat hasil panen meningkat dua kali sebelumnya,” ujarnya.

Lenta pun menyarankan kalau boleh petani menggunakannya untuk memupuk lahan pertaniannya. “Saya lihat tidak ada dampak negatifnya, justru hasil positip yang didapatkan,” ujarnya.

Dirut Perusda Pertanian Janpiter Lumbantoruan mengakui, saat ini sedang panen jagung dengan memakai pupuk hayati Mikroba Google di Desa Onan Runggu I Hutagurgur Kecamatan Sipahutar.

Petani binaan UD Kevin Jaya Tani berdasarkan hasil ubinan langsung Dinas pertanian Taput mencapai 7,2 ton per Ha, dari sebelumnya hanya 3,2 to per Ha.

“Kita telah coba dan memang telah dirasakan petani dari berbagai macam komoditas. Ya, kalau mau panennya meningkat gunakan pupuk Mikroba Google,” ujarnya.

Fenry W Sidabutar selaku Kaseksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian, membenarkan ada peningkatan hasil setelah pemakaian Mikroba Google.

“Kalau dirata-ratakan panen jagung di Tapanuli Utara hasilnya 5,5 ton per Ha, namun setelah memakai pupuk Hayati Mikroba Google hasilnya naik 4,2 ton  atau sekitar 120 persen,” ungkapnya. (as/ahu)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close