HUT RI
Berita

Gubsu Tinjau Lokasi Banjir Bandang di Labura: Segera Relokasi Rumah Penduduk Korban Banjir

LABURA, FaseBerita.ID – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meninjau lokasi banjir bandang yang terjadi di Desa Pematang dan Desa Hatapang, Kecamatan NA IX-X, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura). Turut serta Kasdam I Bukit Barisan Brigjen TNI Untung Budiarto, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, dan Kepala BPBD Sumut Riadil Akhir Lubisn

Berangkat menggunakan helikopter, Gubernur dan rombongan take off dari Helipad Lapangan Markas Kodam I/BB, Jalan Gatot Subroto, Medan, Rabu (8/1). Tiba dan mendarat di Lapangan SD Negeri Pematang, Labura, Gubernur disambut Bupati Labura Kharuddin Syah Sitorus dan Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi.

Menyapa masyarakat dan siswa SD yang juga ikut menyambut, Gubernur dan rombongan kemudian bergerak meninjau lokasi menuju Dusun Siria-ria, Desa Pematang, Kecamatan NA IX-X. Kehadiran Edy disambut antusias masyarakat korban bencana. Ibarat bertemu orang tua, mereka meluapkan keluhan dan meminta bantuan.

“Pertama-tama, saya mengucapkan keprihatinan mendalam untuk peristiwa yang kalian alami. Kalian harus tabah dan kuat. Kita akan segera lakukan pemulihan, apa yang telah rusak akibat banjir ini akan segera kita tata. Jangan khawatir dan senantiasa sabar kalian,” ucap Edy Rahmayadi menenangkan dan memotivasi masyarakat.

Edy juga mengingatkan agar hal ini menjadi pembelajaran bersama agar tidak membangun rumah di Daerah Aliran Sungai (DAS). Kemudian, sungai harus dijaga kelestariannya dengan tidak membuang sampah ke sungai atau menebang pohon di sekitar sungai. “Karena pepohonan itu mampu mengendalikan banjir,” tuturnya.

Adapun beberapa harapan yang disampaikan masyarakat, yakni penataan kembali infrastruktur jalan yang rusak, perkebunan kecil masyarakat seperti sawit, karet, persawahan dan merelokasi rumah-rumah warga.

Usai berdialog dan mendengarkan curahan hati masyarakat, Edy saat diwawancara mengatakan akan segera mengambil langkah, khususnya memenuhi permintaan dan harapan masyarakat. Di antaranya merelokasi rumah-rumah warga yang tinggal di DAS, mengganti tanaman-tanaman yang rusak, seperti sawah, sawit, karet dan lainnya diberikan ganti bibit. Kemudian, pemasangan bronjong-bronjong untuk wilayah-wilayah longsor.

“Ada sekitar 27 KK yang akan direlokasi ke tempat yang aman. Bupati siapkan lahan dan kita bangun rumah. Infrastruktur yang rusak juga akan kita benahi. Kita mendapat bantuan dari Kementerian PUPR sebanyak Rp40 Miliar,” jelas Edy.

Bupati Labura Kharuddin Syah Sitorus menyampaikan ucapan terima kasih atas kunjungan dan perhatian gubernur. Bersama Pemprov Sumut, kata Khairuddin, koordinasi dan sinergi terkait upaya pemulihan akan terus dilakukan. “Kita akan terus berupaya agar pemulihan bisa berlangsung cepat dan situasi normal kembali, kita minta doa dan dukungan dari seluruh pihak,” ucapnya.

Diketahui, Banjir bandang terjadi telah melanda Desa Pematang dan Desa Hatapang di Kecamatan Na IX-X. Peristiwa terjadi pada Minggu (29/12/2019) dini hari. Saat itu sebanyak 36 unit rumah hanyut, sejumlah jembatan dan lahan persawahan rusak dihantam kayu-kayu gelondongan serta batu yang terbawa banjir bandang.

Dokumen Kependudukan Rusak dan Hilang Diganti

Pasca banjir bandang di Kabupaten Labura, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura) akan melakukan pendataan dan langsung turun melakukan jemput bola untuk membantu masyarakat dalam penerbitan dokumen kependudukan yang rusak atau hilang bagi korban yang diterjang banjir bandang pada Minggu, 29 Desember 2019.

Kepala Dinas Dukcapil Labuhanbatu Utara Drs Adi Winarto melalui Kabid Pelayanan dan Pendaftaran Penduduk Irsan Munte SH beserta beberapa staf melakukan pendataan dokumen di Desa Hatapang Kecamatan Na IX-X yang rusak dan hilang akibat bencana banjir bandang.

Dikatakan Irsan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah dokumen kependudukan baik yang hilang maupun yang rusak akibat banjir bandang di Desa Pematang dan akan menyusul untuk warga Desa Hatapang, baik itu dokumen KTP, KK dan akte kelahiran anak secara gratis. Langkah ini sebagai tindak lanjut surat edaran Dirjen Kependudukan dan Pencataan Sipil Nomor : 470/32/DUKCAPIL.

Dinas Dukcapil Labura juga menjamin mempermudah proses pengurusan dokumen kependudukan yang rusak dan hilang, mekanismenya juga dipermudah. Pasca bencana alam berupa banjir bandang, Disdukcapil Labura langsung bergerak dan aktif mendata dan mengganti dokumen yang rusak dan hilang. (SP/st)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button