Berita

Giliran Oknum Mahasiswi Laporkan Willy ke Polisi

FaseBerita.ID – Mahasiswi berinisial H (22) yang sedang menjalani pendidikannya di salah satu Universitas di Sumatera Utara melaporkan oknum berinisial WSS alias Willy yang kini menjabat Wakil Ketua DPRD Tapanuli Tengah ke Mapolres Tapteng, Jumat (26/6) lalu. Sebelumnya Willy juga sudah melaporkan pihak keluarga H ke polisi atas dugaan fitnah terkait hubungan asmara keduanya.

Saat membuat laporan polisi, H didampingi empat kuasa hukumnya, yakni Parlaungan Silalahi, Mangihut Tua Rangkuti, Charles M Situmorang dan Famoni Gulo. Laporan itu telah resmi diterima kepolisian dengan nomor: LP/141/VI/2020/SU/Res Tapteng tertanggal 26 Juni 2020.

Baca juga: Merasa Difitnah Jalin Asmara dengan Mahasiswi, Wakil Ketua DPRD Tapteng Lapor Polisi

Dalam laporan tersebut, H melaporkan peristiwa yang terjadi pada 6 Maret 2019 sekira pukul 20.00 WIB dan 7 Agustus 2019 sekira pukul 20.00 WIB di Jalan Sipan Sihaporas, Perum Haspa Pasaribu, Kelurahan Sibuluan Nauli, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah.

Saat dihampiri oleh awak media usai resmi melaporkan salah seorang oknum Wakil Ketua DPRD Tapteng itu, H melalui kuasa hukumnya Parlaungan Silalahi H menempuh jalur hukum untuk meminta keadilan dan kepastian hukum atas dugaan tindakan dan perbuatan yang dilakukan oleh Willy sebelumnya.

“Jadi sesuai keterangan klien kami, terlapor ini terkesan menyepelekan dan mengabaikan permasalahan ini. Sementara klien kami sudah merasa dirugikan dan dilecehkan akibat dugaan perbuatan terlapor,” kata Parlaungan.

Masih katanya, pihaknya juga mengapresiasi Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Nikolas Dedy Arifianto dan seluruh jajaran Polres Tapteng yang menangani dan menerima laporan pengaduan tersebut dengan baik. Demi keamanan dan kenyamanan H, penasihat hukum meminta perlindungan terkait dengan perkara yang telah dilaporkan.

Baca juga: Laporan Mahasiswi Belum Diproses: Dugaan Hubungan Asmara dengan Oknum Pimpinan DPRD

Sambungnya, dalam waktu dekat kuasa hukum juga akan mengirimkan surat ke Lembaga Perlindungan Saksi Korban (LPSK). “Kita juga akan segera surati LPSK meminta perlindungan hukum,” Famoni menambahkan.

Dalam kasus ini, H sebelumnya melaporkan WSS ke Badan Kehormatan DPRD (BKD) Tapteng. Sementara itu, WSS melaporkan balik mahasiswi itu ke polisi karena merasa difitnah sudah melakukan hubungan intim.

Kasus ini mencuat saat kakak si mahasiswi JS alias Joko menceritakan kasus yang dialami adiknya kepada awak media. Menurutnya H kecewa karena hubungan asmara dengan oknum pimpinan DPRD Tapteng itu tak kunjung sampai ke pelaminan. Akibatnya, si gadis trauma dan mengurung diri di rumah karena menanggung malu atas aib itu.

Disebutkan, hingga kini WSS dan keluarganya masih abai terhadap adiknya. Joko berharap WSS segera menikahi adik perempuannya tersebut sehingga statusnya menjadi jelas. “Soalnya, sudah tiga kali dilakukan pertemuan keluarga, namun tak ada titik temu.”

Baca juga: Mahasiswi Laporkan Oknum Pimpinan DPRD: Dugaan Hubungan Asmara

Apa yang disampiakan Joko itu ternyata membuat WSS gerah dan merasa difitnah sudah melakukan berhubungan intim dengan seorang wanita. Willy kemudian melaporkan penyebar fitnah itu ke Polres Tapteng.

Laporan dari WSS diterima Ka SPKT Polres Tapteng Aiptu Dariaman Saragih dengan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor : STTLP/137/VI/2020/SU/RES TAPTENG tertanggal 20 Juni 2020.

Willy menduga penyebaran fitnah ini merupakan permainan politik untuk menyingkirkan dirinya sebagai anggota DPRD Tapteng. Sebab, dirinya merasa heran atas tuduhan itu. Selain soal waktu kejadian, Willy mempertanyakan laporan yang diadukan ke Badan Kehormatan DPRD (BKD). Dia juga merasa tak terima bila masalah yang berkaitan dengan dirinya menjadi konsumsi publik.

“Saya duga ada skenario politik, selamat datang di dunia politik. Di sini saya jadi belajar bahwa segala upaya dilakukan oleh seseorang untuk menjatuhkan lawan politiknya. Yang tidak ada bisa menjadi ada. Saya tidak menuduh seseorang, bisa saja lawan politik beda partai dengan saya dan tidak menutup kemungkinan dari internal kami sendiri, kan bisa saja. Aneh menurut saya, dilaporkan BKD disebutkan saya berbuat begituan dari tahun 2018 hingga 2019, kok baru sekarang di laporkan?” kata Willy setelah melaporkan kasus itu di Polres Tapteng, Sabtu (20/6) lalu. (tam)

Unefa

Pascasarjana

Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close