Berita

Giliran Mahasiswa Siantar Demo Tolak RUU R-KUHP: “Terima Kasih, Sudah Damai…”

SIANTAR, FaseBerita.ID – Aksi mahasiswa yang menolak Rancangan Undang-undang Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RUU R-KUHP) di Pematangsiantar, Kamis (26/9/2019) berlangsung damai.

Tidak ada terjadi keributan. Anggota DPRD, Wakil Walikota Togar Sitorus, Kapolres AKBP Budi Pardamean Saragih, dan Dandim 0207/Simalungun Letkol Inf Frans Kishin Panjaitan bersedia menemui mahasiswa, bahkan rela duduk bersila di depan gedung DPRD.

Awalnya mahasiswa yang berasal dari beberapa perguruan tinggi berkumpul di Jalan Merdeka, tepatnya depan kantor walikota. Dari sana, mereka berjalan menyusuri Jalan Merdeka dan Jalan Sutomo, lalu menuju gedung DPRD di Jalan H Adam Malik.

Di tengah mahasiswa berorasi, sejumlah anggota DPRD seperti Timbul Marganda Lingga, Denny TH Siahaan, Netty Sianturi, Baren Alijoyo, dan lainnya bersama wakil walikota, Kapolres, dan Dandim menemui mereka.

Salah seorang mahasiswa, Alboin Samosir meminta para pejabat duduk bersama di depan gedung DPRD Pematangsiantar.

“Saya memohon kepada Bapak-bapak sekalian agar mau duduk bersama,” katanya.

Setelah para pejabat itu duduk bersila di depan gedung DPRD, lantas Alboin mengatakan meminta rekan-rekannya bertepuk tangan.

Kemudian mahasiswa bergantian menyampaikan orasi. Setelah itu, mereka meminta wakil walikota, Ketua Sementara DPRD, Kapolres, dan Dandim menandatangani tuntutan mereka.

“Saya memohon kepada Bapak sekalian agar ikut menolak RUU yang menyimpang, yang tidak sesuai. Saya meminta Bapak sekalian menandatangani kalau bapak menolak RUU tersebut,” ujarnya.

Permintaan tersebut dikabulkan Ketua Sementara DPRD, wakil walikota, Kapolres, dan Dandim.

Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus mengatakan mereka setuju dengan tuntutan mahasiswa yang menolak RUU R-KUHP.

“Akan kami sampaikan kepada pimpinan kami untuk meneruskannya ke pusat,” katanya.

Sementara itu, Ketua Sementara DPRD Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga juga mengatakan hal senada. Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini mengatakan, DPRD Pematangsiantar akan menyampaikan tuntutan mahasiswa kepada DPR RI.

Selanjutnya, tuntutan mahasiswa ditandatangani oleh perwakilan DPRD, wakil walikota, Kapolres, dan Dandim.

Nico Nathanael Sinaga, mahasiswa Universitas Simalungun (USI) mengatakan mereka turun ke jalan dipicu adanya RUU R-KUHP yang kontroversial, yang disusun DPR RI.

“Saya berharap seluruh anspirasi mahasiswa bisa dikabulkan dan diterima. Harapannya, DPRD Pematangsiantar dapat meneruskan aspirasi kawan-kawan ke pusat,” pintanya, seraya berharap aksi tersebut tetap menjaga ketertiban dan kedamaian.

Lilis, salah seorang warga mengatakan, “Boleh-boleh saja unjuk rasa, tetapi jangan ada tindakan anarkis, ataupun kekerasan fisik. “

Terpisah Kapolres Pematangsiantar AKBP Budi Pardamean Saragih SIK mengucapkan terima kasih karena aksi mahasiswa berjalan damai.

“Marilah kita membubarkan diri secara damai dan teratur,” ajaknya.

Aksi damai mahasiswa tersebut juga diapresiasi anggota DPRD Pematangsiantar Boy Iskandar Warongan. Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini mengatakan, “Kita apresiasi aksi damai mahasiswa. Mahasiswa memiliki peran sebagai agent of change untuk seimbangnya kehidupan bernegara kita.”

Anak SMA Ikut Turun ke Jalan

Tak hanya mahasiswa, puluhan siswa berseragam SMA juga ikut turun ke jalan. Mereka datang membawa sejumlah poster dan duduk di sepanjang Jalan Merdeka. Namun posisi mereka terpisah dari mahasiswa.

Para pelajar di Kota Pematangsiantar ikut berdemo.

Salah seorang mahasiswa memandu siswa SMA menggunakan pengeras suara. Ia meminta anak SMA tidak takut mengikuti demo.

“Buka saja jaket kalian! Tidak usah takut kalau terlihat pakaian sekolahnya,” ujarnya.

Atas arahan tersebut, anak SMA yang duduk rapi di badan jalan membuka jaketnya. Mereka hanya diam dan sesekali berteriak sesuai arahan orator dari mahasiswa.

Namun tak lama, sejumlah guru dan petugas patroli Dinas Pendidikan Pematangsiantar turun ke lokasi dan membubarkan mereka. (pra/mag-03/04)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close