Berita

Gidion Purba Mengundurkan Diri dari Jabatan Sekda Simalungun

Fokus Pilkada Simalungun 2020

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun buka pendaftaran seleksi Calon Sekretaris Daerah (Sekda) Simalungun, untuk mengganti Gidion Purba dari jabatannya.

Hal tersebut disampaikan Kepala BKD Simalungun Jamesrin Saragih saat dikonfirmasi via selulernya, Kamis (12/12) sekira pukul 15.00 WIB.

“Ya, Pak Gidion Purba telah mengajukan surat pengunduran dirinya dari jabatannya sebagai Sekda, tanggal 5 Desember 2019 minggu lalu. Dari situlah kita membuka seleksi khusus calon Sekda,” terangnya.

Setelah itu, lanjut Jamesrin Saragih mengatakan, pihaknya langsung menghunjuk Kepala Badan Pendapatan Daerah Mixnon Andreas Simamora sebagai Pelaksana Harian (PLH) Sekda.

“Agar pelayanan tetap berjalan, kita langsung menghunjuk Mixnon Simamora sebagai PLH Sekda pada Senin (9/12) mengganti posisi Gidion Purba untuk sementara waktu,” ucapnya.

Jamesrin Saragih menerangkan alasan pengunduran diri Gidion Purba tersebut agar lebih konsentrasi ikut sebagai Calon Bupati Simalungun dalam Pilkada 2020.

Ia menjabarkan, pendaftaran seleksi calon Sekda dimulai tanggal 20 Desember 2019 sampai 25 Desember 2019 pukul 08.00 WIB sampai 16.00 WIB.

Berkas lamaran diantar langsung ke Sekretariat BKD Simalungun, Komplek Perkantoran SKPD Pamatang Raya, Kabupaten Simalungun melalui Bidang Pengembangan Karier dan Pembinaan Pegawai.

“Informasi lebih lanjut boleh dibuka di Website Pemkab Simalungun. Harapan kita dalam seleksi ini dapat menseleksi calon Sekda yang lebih berkompeten,” pungkasnya.

Fokus Mencalon

Sementara Gidion Purba saat diwawancarai di Simalungun City Hotel, membenarkan dirinya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Sekda.

“Ya, saya sudah mengajukan pengunduran diri pada Kamis (5/12). Alasannya untuk memantapkan langkah Majagiah ini. Karena saya mau mencalon Kepala Daerah. Nah, dari situlah BKD membentuk Panitia Seleksi (Pansel),” sebutnya.

Gidion Purba memperjelas alasannya ingin lebih mengabdi. Itupun jika rakyat menghendaki dan rela mengorbankan 4 tahun menjelang pensiun dari PNS.

“Saya mulai PNS tahun 1992. Pensiun dari PNS 4 tahun lagi. Kalau saya ini kan mengorbankan 4 tahun. Sementara calon lain setelah pensiun baru kerja. Aku keluar dari zona nyaman untuk berbakti lebih lagi,” tandasnya. (Mag-05/fe)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker