Berita

Gempa di Tabagsel, Warga Shock… BMKG: Berlokasi di Laut Pantai Barat

SIDIMPUAN, FaseBerita.ID – Padangsidimpuan diguncang gempa, Senin (11/3) sekitar pukul 23.34 WIB. Analisis BMKG, gempa berlokasi sekitar 63 Kilometer arah barat daya Padangsidimpuan dan berada di Laut antara Pantai Barat Madina, dan Kepulauan Nias.

“Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan magnitude 5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitude 5,5. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 1,11 LU dan 98,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 60 km arah barat daya Kota Gunung Tua, Kabupaten Padang Lawas Utara, Propinsi Sumatera Utara pada kedalaman 76 km,” jelas Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG Rahmat Triyono, lewat siaran persnya yang diterima, Selasa (12/3).

Menurut hasil analisisnya, dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempabumi ini termasuk dalam klasifikasi gempabumi menengah akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia ke bawah Lempeng Eurasia tepatnya di magathrust. Dan hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi ini dipicu oleh penyesaran naik (thrust fault).

“Guncangan gempabumi ini dilaporkan dirasakan di banyak daerah dalam skala intensitas II -III MMI. Dan Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut” tukasnya dan menyebut sesuai dengan hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami.

Dan hasil monitoring BMKG, setelah terjadinya gempa, terangnya, belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

“Kepada masyarakat diimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.” Jelasnya dan memastikan masyarakat mendapat informasi resmi hanya bersumber dari BMKG.

Pantauan wartawan, akibat terjadinya gempa sempat membuat banyak warga di Kota Padangsidimpuan heboh. Apalagi, waktu terjadinya saat banyak warga sedang beristirahat. Namun, hingga saat ini belum ada ditemukan dampak yang ditimbulkan.

“Sempat shock juga, apalagi guncangannya terasa keras dan lumayan lama. Saya sempat turun ke bawah dan keluar rumah. Rupanya memang benar ada gempa, karena warga yang lain juga banyak yang merasakan dan berkeliaran dari kediaman mereka,” sebut Ridho (23) warga Jalan Tapian Nauli, Aek Tampang, Kota Padangsidimpuan.

Di Palas, Gempa Terasa Dua Kali

Gempa yang bertitik di PadangSidimpuan, Senin (10/3) malam juga terasa di Sibuhuan Kabupaten Palas. Getaran gempa 5,5 SR itu sempat dua kali mengguncang.

Hanya saja, sampai Selasa (11/3) tidak ada laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kerusakan atau korban jiwa.

“Cuma getarannya saja, kalau kerusakan atau korban jiwa tidak ada,” ujar Kepala BPBD H M Hamka Harahap kepada Metro Tabagsel saat dihubungi.

Namun Hamka tak bisa memastikan akan adanya gempa susulan.  Hanya saja, imbauan waspada kepada masyarakat diharapkan agar berhati-hati.

“Apalagi yang beraktifitas didalam ruangan. Yang jelas semua harus waspada,” sebut Kaban.

Menurutnya, tak ada yang bisa memperkirakan gempa ini. Meski tak berpotensi tsunami, tapi bisa saja berakibat fatal. “Bisa saja terjadi longsor, kita mana bisa prediksi,” katanya. (yza/tan)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button