Berita

Gejala Pneumonia, Pasien Rujukan RSUD Dolok Sanggul Meninggal di Perjalanan

FaseBerita.ID – Warga Humbang Hasundutan (Humbahas) sontak geger. Seorang pasien rumah sakit umum daerah (RSUD) Dolok Sanggul yang di rujuk ke RSUD Tarutung guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut, meninggal dalam perjalanan, Rabu (25/3).

Pasien dirujuk karena diduga miliki ciri mengarah pneumonia (penyakit paru) yang diklaim salahsatu gejala awal orang terinfeksi Covid-19.

Kabar ini merebak saat sejumlah warga menyaksikan situasi pada sebuah ambulans milik RSUD Dolok Sanggul yang sedang membawa pasien, berhenti di jalan Dolok Sanggul-Siborongborong. Supir ambulans sempat membuka pintu dan turun dari ambulans.

Semua orang dalam ambulans terlihat menggunakan alat pelindung diri dengan lengkap, layaknya situasi tanggap darurat. Sejumlah warga mengabadikan situasi itu dengan kamera ponsel dan mengunggahnya di media sosial.

Bupati Humbahas Dosmar Banjar Nahor melalui Kadis Kominfo, Hotman Hutasoit membenarkan meninggalnya pasien rujukan RSUD Dolok Sanggul tersebut. Namun pihaknya belum bisa memastikan pasien terinfeksi Covid-19.

“Kita belum bisa memastikan pasien meninggal karena terinfeksi (corona, red).  Karena belum menjalani rapid test atau swab cairan spesimen untuk diperiksa,” terang Hotman.

Hotman menjelaskan, Pasien yang meninggal, yaitu IL Purba (19) adalah warga Dolok Sanggul yang berdomisili di Medan. IL Purba menghembuskan nafas terakhirnya dalam perjalanan menuju RSUD Tarutung. Rencananya, mahasiswi USU itu akan menjalani pemeriksaan lebih lanjut di RSUD Tarutung.

Menurut penjelasan Kadis Kesehatan yang disampaikannya, Pasien pulang dari Medan pada tanggal 2 Maret. Besok harinya, IL Purba memeriksakan diri ke RSUD Dolok Sanggul karena merasa demam.

Kemudian pasien dirawat (Opname) dari tanggal 7 sampai dengan 15 Maret karena di diagnosa menderita penyakit tipus. Kemudian, pasien diperbolehkan pulang karena oleh dokter dinyatakan sembuh pada 15 Maret.

Kemudian pada Selasa (24/3) IL Purba kembali ke Rumah Sakit melalui jalur UGD. Berdasarkan hasil pemeriksaan Rontgen foto torax oleh dokter spesialis paru, didapati adanya gambaran mengarah ke pneumonia. Dokter paru kemudian merujuk ybs ke RSUD Tarutung pada 25 Maret.

“Namun belum sampai di RSUD Tarutung, pasien sudah meninggal,” terangnya.

Jenazah IL Purba dimakamkan malam harinya setelah adanya kesepakatan antara pihak keluarga dengan Pemkab Humbahas.

“Kita terlebih dahulu mengadakan pertemuan dengan keluarga melalui Forkopimcam Dolok Sanggul. Memberikan pemahaman tentang kondisi yang terjadi ditengah-tengah masyarakat dimana keluarga dapat memaklumi dan sepakat sesuai dengan Surat Edaran Bupati Humbahas tentang kewaspadaan penularan Covid-19, agar menghindari kerumunan massa,” jelasnya.

Sementara itu, RSUD Dolok Sanggul belum memberikan penjelasan resmi terkait hal tersebut. Direktris RSUD Dolok Sanggul, dr Netty Iriani Simanjuntak saat dikonfirmasi, berjanji secepatnya akan merilis penjelasan resmi dari pihak Rumah Sakit terkait hal itu.

“Rencananya nanti, jam dua (14:00 WIB) kita adakan konferensi pers pak,” jawab Netty via ponselnya, Kamis (26/3). (sht/fi)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button