Berita

Gara-gara Tanah Warisan, Nenek 73 Tahun Tewas

DAIRI, FaseBerita.ID – Hidup Tiurmina Beru Ginting berakhir tragis. Nenek berusia 73 tahun ini tewas setelah dibacoki abang iparnya, Pulung Sembiring (76). Usut punya usut, peristiwa dipicu rebutan tanah warisan.

Peristiwa ini terjadi di sebuah perladangan. Tepatnya di Dusun Bertungen Jehe, Desa Sukandebi, Kecamatan Tigalingga, Kabupaten Dairi, Minggu (21/4) sekira pukul 13.00 WIB. Kanit Reskrim Polsek Tigalingga Aiptu Bella Sembiring membenarkan kejadian itu. “Ya benar, tersangka sudah menyerahkan diri ke Polsek Tigalingga,” ujar Bella melalui sambungan telepon kepada Sumut Pos (grup media ini), Minggu (21/4).

Bersama personel Reskrim dan kepala desa, Bella langsung menyambangi tempat kejadian perkara (TKP).

“Tersangka mengaku sudah lama meminta tanah warisan itu kepada Beru Ginting,” ujarnya. Tanah yang diminta tersangka adalah warisan orangtuanya. Tetapi, korban tidak pernah mengabulkan permintaan itu.

“Akhirnya, tersangka nekat menguasai ladang yang sudah ditanami korban dengan kakao (cokelat),” tutur Bella. Minggu (21/4) siang, korban mendatangi tersangka ke ladang yang sudah dikuasai itu.

“Kenapa kau ambil ladang ini,” tanya korban seperti diakui tersangka kepada polisi. “Ini tanah orangtuaku dan berhak aku berhak mengolahnya,” kata tersangka seperti ditirukan Bella.

Kemudian, tersangka sempat bermohon agar korban memberikan tanah walaupun hanya tiga rante. Agar bisa diolah untuk kebutuhan anak-anaknya.

“Karena masih ada yang bersekolah,” beber Bella. Bukan diberikan, korban malah menendang tersangka. Diduga tersulut emosi, sebilah parang milik tersangka langsung dihujamkan ke kepala korban hingga 6 kali.

“Korban langsung tewas di tempat,” sebut Bella. Kini, tersangka bersama barang bukti sudah diamankan di Polsek Tigalingga. “Sedangkan korban sudah dievakuasi ke RSUD Sidikalang. Selanjutnya diserahkan ke pihak keluarga untuk dimakamkan,” pungkasnya. (mag-10/ala/smg)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button