Berita

Gara-gara tak Angkat Telepon, Suami Pukuli Istri

TAPTENG, FaseBerita.ID – Gara-gara tidak mengangkat telepon dari suami, E M (30) dianiaya oleh sang suami begitu sampai di rumah mereka di Jalan Sibolga-Padangsidimpuan, Dusun I Desa Aek Garut, Kecamatan Pandan, Tapanuli Tengah, Kamis (17/10/2019), sekira pukul 10.00 WIB.

Akibat dipukuli dan ditendang hingga berdarah, EM pun melaporkan suaminya EMA (42) ke Polsek Pandan, sore harinya. Bersama dengan itu, EM juga menyertakan dua saksi atas dugaan tindak pidana Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya.

Informasi dihimpun, dugaan tindak pidana KDRT yang terjadi berawal saat korban baru sampai di rumahnya sepulang dari Kota Sibolga. Terlapor yang kebetulan berada di rumah menanyakan kepada korban kenapa baru pulang dan tidak mengangkat telepon saat dihubungi.

Tidak hanya melempar pertanyaan, EMA yang sebelumnya sudah tersulut emosi juga melempar bogem mentah ke wajah sang istri hingga mengalami luka dan mengeluarkan darah. Tidak puas dengan itu, EMA juga memukul kepala belakang dan menendang pinggang korban.

Tidak terma dengan perlakuan suaminya, korban langsung melapor dan membuat pengaduan ke Mapolsek Pandan. Disamping membawa dua orang saksi, korban juga menyertakan fotokopi surat nikah sebagai barang bukti.

Kapolsek Pandan Iptu Zulkarnain Pohan melalui Ps Kasubag Humas Polres Tapteng Iptu Rensa Sipahutar, membenarkan dugaan laporan tindak pidana KDRT yang dialami E M. Rensa menyebutkan jika laporan itu sedang dalam penyelidikan polisi.

“Sudah, sudah membuat laporan pengaduan sekira pukul 17.00 WIB. Dua saksi, masing-masing NS (60) dan JDA (5 ) sedang dimintai keterangan,” ujar Rensa. (ztm)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button