Berita

Ganoderma jadi Alasan PTPN III Sei Silau Telantarkan Lahan

FaseBerita.ID – Perkebunan PTPN III Sei Silau, Distrik Asahan yang terletak di Kecamatan Buntu Pane memiliki lahan telantar. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan kosongnya lahan di tengah tanaman kelapa sawit.

Lahan tersebut diperkirakan puluhan hektare yang berada di pinggir jalan lintas Sei Silau, Kisaran-Mandoge yaitu Afdeling 3 dan Afdeling 4.

Pantauan wartawan, kondisi lahan tidur ini tampak unik. Sebab, lahan tersebut kini dihuni oleh hewan ternak berupa lembu.

Saat ditemui wartawan, Manager PTPN III Darma Putra Tarigan, memberikan alasan bahwa penyakit ganoderma lah yang menjadi penyebabnya.

“Sebenarnya itu bukan lahan tidur, sebagian lahan yang kosong ini disebabkan pohon sawit yang bertumbangan karena terkena penyakit ganoderma. Obat ganoderma di Indonesia masih belum ada,” kata Darma di ruang kerjanya, Rabu (4/11).

Sambung Darma, berbeda dengan PTPN III yang ada di Kabupaten Labuhanbatu. Di sana tanaman sawit jarang yang bertumbangan karena ganoderma tidak terlalu kuat.

“Kalau di Labuhan Batu, agak lumayan. Karena di sana jarang terkena Ganoderma sehingga pohon tidak bertumbangan,” jelasnya.

Diterangkan Darma, perbandingan antara PTPN III Sei Silau dengan PTPN III yang ada di Labuhan Batu adalah kawasan penduduk. Di Labuhan Batu agak jauh dari permukiman sehingga terhindar dari hewan ternak, sementara Sei Silau terlalu dekat dengan permukiman warga.

“Ternak menjadi penyebab besar tumbuhnya ganoderma. Pastinya kita di sini lebih jelek dibandingkan Labuhan Batu. Labuhan Batu agak lumayan jauh dari hewan ternak,” pungkasnya.

Penjelasan manager ini cukup masuk akal, tapi ada anehnya, dibandingkan dengan lahan PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP). Pohon sawit di PT BSP tidak terlalu banyak bahkan sangat jarang terkena ganoderma yang menyebabkan pohon tumbang sehingga banyak lahan kosong.

Padahal, PT BSP juga tidak jauh dari permukiman warga dan hewan ternak juga merupakan satu hamparan dengan PTPN III Sei Silau. (bay/fi)

iklan usi



Back to top button