Berita

Gaji Guru TKS Belum Juga Dibayar, Mahasiswa Buka Posko Pengaduan

FaseBerita.ID – Ikatan Mahasiswa Muslim Mandailing Natal (IM3) membuka posko pengaduan terhadap para guru honorer Tenaga Kerja Sukarela (TKS) yang belum menerima gaji tahun 2019.

Pembukaan posko pengaduan ini adalah tindaklanjut dari perjuangan mereka dalam menanggapi persoalan gaji guru TKS yang belum juga dibayarkan oleh pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) hingga sampai saat ini.

Demikian disampaikan oleh Ketua IM3 DPD Kabupaten Madina Rosyadi Lubis kepada sejumlah wartawan saat mendatangi kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Madina, Jumat (13/3).

Rosyadi mengatakan, posko pengaduan mereka ini berada di depan Sekretariat DPD IM3 Kabupaten Mandailing Natal di Jalan Willem Iskandar, Aek Galoga, Kecamatan Panyabungan Kabupaten Madina. Posko ini nantinya akan dibuka hingga seminggu ke depan.

“Sampai sekarang belum juga ada kejelasan kemana uang dari gaji guru TKS itu. Kita akan terus mengawal ini sampai hak dari guru-guru itu diberikan dan gajinya dibayarkan,” katanya.

Ia menyebutkan, sampai saat ini sudah ada tiga guru honorer TKS yang datang mengadu ke posko pengaduan yang mereka buka tersebut.

Rosyadi menjelaskan, gaji guru honorer yang belum dibayarkan itu bervariasi. Ada yang dua bulan ada yang satu bulan untuk tahun 2019. Bahkan, untuk tahun 2020, gaji bulan Januari hingga bulan Maret ini juga belum dibayarkan.

“Kita dari IM3 sebelumnya juga sudah pernah melayangkan surat kepada pihak dari Dinas Pendidikan Madina untuk mempertanyakan apa alasan belum dibayarkannya gaji guru-guru itu. Namun, tak ada jawaban atau balasan atas surat kita tersebut sampai saat ini,” tukasnya.

Sebelumnya seperti yang sudah diberitakan, sejumlah tenaga honorer guru TKS yang ada di Kabupaten Madina mengaku belum menerima gaji untuk tahun 2019. Gaji yang belum mereka terima itu jumlahnya bervariasi. Ada yang belum menerima gaji untuk satu bulan dan ada yang sampai dua bulan.

Sementara saat dikonfirmasi ke pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Madina melalui Bendahara Dinas Pendidikan Madina Surnaiti mengatakan alasan tak dibayarkan gaji dari guru honorer TKS itu dikarenakan masih menunggu instruksi dari pihak Inspektorat.

Surniati mengatakan gaji TKS masih dalam pemeriksaan pihak Inspektorat. Ia juga mengklaim bahwa pihak Inspektorat yang memberikan instruksi agar gaji guru TKS jangan dulu dibayarkan.

Ia menerangkan bahwa guru TKS yang belum dibayar gajinya selama dua bulan itu dikarenakan terkait surat aktif mengajar dari guru TKS yang belum masuk ke pihaknya. Sedangkan bagi guru TKS yang belum menerima gaji untuk satu bulan itu baru karena masih pemeriksaan di Inspektorat.

“Sebetulnya, bulan Septembernya itu gaji yang sebulan yang belum dibayarkan itu. Itu karena masih pemeriksaan di Inspektorat. Kalau yang dua bulan itu karena surat aktif dari guru TKS yang belum masuk ke kita,” kata Surniati saat menanggapi wartawan.

Namun, pernyataan tersebut bertolak belakang dengan apa yang disampaikan oleh pihak Inspektorat Kabupaten Madina.

“Nggak ada pemeriksaan yang sedang berjalan saat ini. Dan, untuk pemeriksaan di Dinas Pendidikan pun akhir Desember 2019 itu sudah selesai. Itu pun bukan pemeriksaan yang subtansinya terkait guru honorer TKS,” kata Riwan Batubara didampingi Ahyar F Nasution selaku tim Auditor Inspektorat Kabupaten Madina saat diwawancarai wartawan di kantornya baru-baru ini.

Riswan dan Ahyar menegaskan pihaknya sama sekali tak pernah menginstruksikan mengenai persoalan gaji honorer TKS tersebut. Bahkan, mereka mengaku heran mengapa pihak dari Dinas Pendidikan melontarkan pernyataan seperti itu.

“Pemeriksaan terkait mengenai guru TKS pun nggak ada sama sekali kita lakukan. Konon lagi menginstruksikan agar pihak Dinas Pendidikan jangan bayar gaji guru TKS. Itu nggak ada dan kami pastikan nggak benar,” ujar kedua orang selaku tim Auditor Inspektorat Kabupaten Madina tersebut. (Mag 01)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button