Berita

Gagal Tangani LP Sukamiskin Yasonna Diminta Mundur dari Menkumham

FaseBerita.ID – Indonesia Corruption Watch (ICW) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Yasonna Laoly dari posisi Menteri Hukum dan HAM. Hal ini karena tidak berhasil menangani permasalahan yang kerap terjadi di lembaga pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin.

“Tidak ada alasan lagi sebenarnya untuk Jokowi mempertahankan Yasonna pada posisi Menkumham, lebih baik yang bersangkutan diganti saja. Karena gagal menjaga benteng akhir sistem peradilan pidana,” kata peneliti ICW Kurnia Ramadhana dikonfirmasi, Senin (30/12).

Kurnia menyampaikan, dalam inpeksi mendadak (sidak) yang dilakukan anggota Ombudsman RI Adrianus Meliala ke Lapas Sukamiskin, masih ditemukan sel mewah. Diduga itu milik mantan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Menurutnya, publik bosan dengan alasan dari Ditjen PAS Kemenkumham terkait permasalahan Sukamiskin.

“Yasonna pantas untuk diganti Pak Jokowi, publik sudah bosan terkait pembelaan kondisi Lapas Sukamiskin,” tegas Kurnia.

Kurnia pun tak meyakini, jika Setya Novanto kini ada di RSPAD Gatot Soebroto untuk menjalani proses pengobatan penyakit kanker yang diidapnya.

“Setya Novanto sering berulah, kita juga tidak yakin yang bersangkutan benar-benar ada di RSPAD, tidak terlalu yakin dia benar-benar sakit,” tukasnya.

Menanggapihal ini, Ditjen PAS pun mengakui sel terpidana korupsi e-KTP Setya Novanto lebih besar dari sel narapidana lainnya di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Kabag Humas dan Protokol Ditjen PAS Ade Kusmanto menyampaikan, Lapas Sukamiskin mempunyai tiga kamar berukuran besar yang kini dihuni Novanto, terpidana korupsi Wisma Atlet Hambalang Nazaruddin, dan terpidana korupsi simulator SIM Djoko Susilo.

“Tiga kamar besar tersebut yang sudah ada diperkirakan 12 tahun yang lalu yang sebelumnya berfungsi sebagai ruang pengamanan blok dan musala,” ucap Ade.

Ade mengatakan, saat ini Lapas Sukamiskin sedang tahap perapihan seluruh kamar hunian, termasuk tiga kamar besar tersebut. Sehingga diharapkan tidak ada diskriminasi pemberian fasilitas mewah atau perlakuan khusus kepada narapidana tertentu termasuk kepada Setnov, Nazaruddin, Djoko Susilo.

“Target awal tahun 2020 seluruh kamar hunian Lapas Sukamiskin sudah sesuai standar hunian berbasis HAM,” tukas Ade.

Sebelumnya, terpidana kasus korupsi kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) Setya Novanto masih menuai kontroversi meski telah mendekam di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Ombudsman Republik Indonesia (ORI) masih menemukan sel mewah yang diduga milik Setya Novanto.

Bahkan, pintu sel milik mantan Ketua DPR RI itu dikunci dengan gembok sensor sidik jari. Alhasil, tidak sembarang orang yang dapat memasuki sel Novanto itu.

“Masih mencerminkan kondisi yang tidak standar,” kata komisioner ORI, Adrianus Meliala dikonfirmasi, Minggu (22/12).

Tak hanya Novanto, Ombudsman juga mendapati kamar mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin dan Djoko Susilo yang lebih luas. Menurutnya, sel ketiga orang itu luas sel yang dihuni dua kali lipat dibanding sel yang dihuni terpidana lain.

“Tiga sel tidak dilaksanakan perubahan yang dilakukan secara maksimal sebagaimana sel-sel lain,” sesal Adrianus. (JP)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close