Berita

Fraksi NasDem Soroti Proyek Pemko Siantar

SIANTAR, FaseBerita.ID – Fraksi NasDem menyoroti proyek Pemko yang kini sedang berlangsung. Seperti proyek pembangunan drainase di Pasar Dwikora Parluasan.

Pembangunan itu terkesan ‘kejar tayang’ dan dipaksakan. Bahkan dinilai mempersulit masyarakat khususnya yang merayakan Natal.

“Kepentingan-kepentingan keagamaan harusnya diutamakan Pemko. Karena sudah itu momennya. Ini kan sudah menjelang Natal. Dengan adanya penggalian drainase itu, jalanan jadi macet,” kata Ketua Fraksi NasDem Frans Herbert Siahaan didamping Jani Apohan Saragih, Tongam Pangaribuan dan Frengki Boy Saragih, Selasa (10/12).

Mereka menilai, Pemko Siantar bebal. Karena anggota DPRD sebelumnya juga sudah pernah mengingatkan pemko agar tidak mengerjakan proyek di akhir tahun. Sebab hal itu seolah kejar tayang. Namun, yang terjadi saat ini justru sebaliknya. Pemko tidak menghiraukan.

“Dengan adanya proyek ini sangat mengganggu. Apalagi sekarang intensitas kendaraan di Siantar semakin tinggi. Banyak yang mau natalan. Tapi di situ pula proyek pemko berlangsung. Kondisi itu sudah pasti mengganggu masyarakat. Yang artinya tadinya jalannya bersih jadi kotor. Jadi tidak nyaman,” ujar Frans Herbert Siahaan.

Menurut mereka, di lapangan banyak proyek yang kejar tayang dan tidak memiliki plang proyek sehingga masyarakat tidak mengetahui anggaran dan akhir proyek tersebut.

“Dengan pekerjaan yang seperti ini kita berpendapat kualitas proyek kurang bagus karena dilakukan kejar tayang. Yang kedua proyek tidak memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Kebanyakan plang proyek tidak ada diterapkan berapa lama pekerjaan dan kapan batas penyelesaiannya. Sehingga tidak adanya transparansi kepada masyarakat tentang pekerjaan proyek,” ujarnya.

Pihaknya juga menanyakan tentang teknis pelaksanaan yang tidak jelas. Banyak galian-galian proyek tersebut mengakibatkan terganggunya arus lalulintas dan aktivitas masyarakat.

Penempatan bahan yang sembarangan yang tidak memikirkan kepentingan umum yang berdampak membahayakan pengguna jalan.

Fraksi Nasdem DPRD Kota Pematangsiantar.

“Seperti yang kita lihat salah satunya di Jalan Jawa, Jalan Wahidin, Jalan Cipto dan di beberapa lokasi lainnya. Bekas-bekas galian itukan tidak langsung di angkat. Sehingga dapat berdampak kepada lingkungan dan membahayakan pengguna jalan,” ujarnya.

Fraksi NasDem meminta kepada instansi terkait agar SDM yang ada difungsikan secara maksimal (pengawas tetap terkawal walaupun personel yang kurang). Soal plang proyek yang tidak ada batas akhirnya hampir semua proyek tersebut. Adapun tujuan plang proyek tersebut kan untuk memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat.

“Kita meminta kepada OPD terkait agar membuat yang namanya plang proyek agar transparansi kepada masyarakat itu ada. Dengan tidak adanya plang proyek tersebut berarti tidak ada keterbukaan kepada masyarakat. Jadi seolah-olah proyek itu ilegal,” sebutnya.

Saat ditanyai media ini kalau proyek tersebut tidak selesai apa masih bisa diperpanjang atau ada sangsinya.

“Kalau tidak selesai bisa diperpanjang 50 hari. Tetapi jadi kena denda,” ujar Frans.

Fraksi Nasdem berharap, ke depan, agar pelaksanaan proyek dilakukan jauh hari sebelum seperti bulan Februari, Maret dan April.

“Jangan bulan Desember seperti ini. karena Desember itu kan sudah suasana Natal. APBD Januari sudah diketuk. Jadikan begitu APBD diketuk sudah bisa mulai berjalan proyek. Sebelum Perubahan (P) seharusnya sudah selesai proyek di bulan Agustus. Jadi jangan induk itu masuk dalam P. Lebih bagus kita tidak usah induk. Bagus kita P langsung,” harapnya. (Mag 04)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button