Berita

Formasi Kosong Diisi Peserta Seleksi CPNS 2019 yang Tidak Lulus

FaseBerita.ID – Panitia seleksi nasional (Panselnas) memutuskan untuk mengisi formasi kosong di instansi pusat dan daerah dengan peserta seleksi CPNS 2019 yang tidak lulus.

Dengan catatan, peserta yang tidak lulus ini lolos passing grade dalam seleksi kompetensi dasar (SKD) dan kemudian ikut seleksi kompetensi bidang (SKB).

Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian (Sinka) Badan Kepegawaian Negara (BKN) Suharmen menjelaskan, kebijakan tersebut diambil untuk efisiensi waktu dan anggaran.

Sebab, bila harus melakukan seleksi kembali, butuh waktu dan anggaran yang tidak sedikit.

“Ada 19.732 formasi berpotensi kosong. Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.866 yang benar-benar kosong sejak awal karena tidak ada pendaftarnya,” kata Suharmen dalam media briefing BKN, Kamis (15/10).

Formasi kosong ini kemudian dioptimalisasi dengan menempatkan peserta yang tidak lulus baik dari pelamar umum, disabilitas, dan cumlaude.

Dia mencontohkan optimalisasi formasi yang tidak terpenuhi untuk jabatan pranata komputer pertama, BKN Kantor Regional XII. Jumlah formasi umum yang diterima 3 orang.

Sedangkan yang memenuhi kriteria ada 6 orang, otomatis yang diambil rangking 1 sampai 3. Tersisa 3 orang, yakni rangking 4 sampai 6.

Formasi disabilitas dibutuhkan 1 orang tetapi kosong. Begitu juga formasi cumlaude, formasinya 2 orang, tetapi yang lulus hanya 1 orang dan tidak ada lagi yang lain. Jadi ada dua formasi yang kosong.

“Dari formasi disabilitas dan cumlaude untuk jabatan pranata komputer pertama, ada 2 yang kosong. Formasi kosong ini dioptimalisasi dengan menempatkan peserta di formasi umum rangking 4 dan 5. Sedangkan rangking 6, tetap posisi tidak lulus karena formasinya sudah terpenuhi,” bebernya.

Suharmen memastikan, tidak akan mungkin rangking 6 ke atas bisa mengisi formasi kosong tersebut. Sebab, secara sistematis komputer akan melacak.

“Jangan berharap yang rangking 10 misalnya karena dekat sama pejabat terus minta mengisi formasi kosong itu. Optimalisasi untuk formasi kosong dilakukan berdasarkan rangking hasil kelulusan CPNS yang merupakan gabungan dari SKD dan SKB,” terangnya.

Dia pun menjamin, langkah optimalisasi untuk pengisian formasi kosong tidak mengurangi kualitas CPNS. Sebab, pengisian ini disesuaikan peringkat.

“Mereka ini nilainya tinggi tetapi karena formasinya terbatas akhirnya dinyatakan tidak lulus. Dengan optimalisasi, peserta yang nilainya tinggi ini bisa diakomodir dengan menempatkan mereka di formasi kosong seperti yang saya contohkan untuk jabatan pranata komputer pertama,” tandasnya.

Begini Mekanisme Pengisian Formasi Kosong

CPNS 2019Formasi kosong dalam seleksi CPNS terjadi lagi seperti tahun 2018. Pada seleksi CPNS 2019, Badan Kepegawaian Negara (BKN) mencatat ada 19.732 formasi berpotensi kosong.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 5.866 yang benar-benar kosong sejak awal karena tidak ada pendaftarnya. Deputi Bidang Mutasi Kepegawaian BKN Aris Windiyanto mengungkapkan, kekosongan itu akan diatasi lewat optimalisasi.

Bagaimana pengisian formasi kosong baik umum, disabilitas, dan cumlaude di instansi pusat? Aris mengatakan, formasi kosong bisa diisi oleh peserta yang melamar pada jenis formasi lainnya dengan jabatan, kualifikasi pendidikan, dan unit penempatan atau lokasi yang sama. Selain itu peserta harus memenuhi nilai ambang batas (passing grade) seleksi kompetensi dasar (SKD) formasi umum dan berperingkat terbaik.

“Jadi hanya yang terbaik saja diambil dan dilihat dari pemeringkatan kelulusan,” kata Aris dalam media briefing BKN, Kamis (15/10).

Khusus pengisian formasi kosong instansi daerah, lanjut Aris, diisi dari peserta yang melamar pada jabatan dan kualifikasi pendidikan yang sama dari unit penempatan atau lokasi formasi yang berbeda. Dan, harus memenuhi passing grade SKD formasi umum dan berperingkat terbaik.

Dijelaskannya, prinsip optimalisasi ini sebenarnya agar formasi tidak ada yang kosong. Selain itu peserta terbaik ini punya peluang menjadi CPNS. Jumlah peserta seleksi CPNS 2019 mencapai 4.197.218 orang. Yang memenuhi syarat 3.364.802 orang.

Sementara, yang terdaftar ikut ujian 3.361.802 dan hadir ujian 3.067.821 orang. Dari jumlah tersebut yang memenuhi passing grade sebanyak 1.366.489. Kemudian diambil 3x formasi untuk seleksi kompetensi bidang (SKB) sebanyak 336.468 orang. Adapun formasi yang diperebutkan sebanyak 36.935 kursi di 65 instansi pusat. Dan, 113.380 formasi di 456 instansi daerah. (esy/jpnn)





Back to top button