Berita

FMIPA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar

Ciptakan Pelet Ternak Probiotik

SIANTAR, FaseBerita.ID – Pelet merupakan sumber makanan bagi hewan ternak seperti ayam,burung, dan ikan yang menjadi energi untuk tumbuh, dan merupakan komponen biaya produksi yang jumlahnya paling besar.

Untuk menekan jumlah biaya produksi tersebut maka perlu dilakukan usaha untuk peningkatan kualitas pelet, salah satu efisiensi pemanfaatan pelet yaitu dengan penggunaan probiotik pada pelet.

Probiotik adalah istilah yang digunakan pada mikroorganisme hidup yang dapat memberikan efek baik atau kesehatan pada organisme lain/ inangnya.

Manfaat probiotik bagi hewan yaitu memperbaiki laju pertumbuhan ternak, memperbaiki penggunaan makanan, hal ini dicapai dengan peningkatan efisiensi dari proses pencernaan sebelumnya, meningkatkan produksi telur, dan memperbaiki kesehatan; yang mencakup ketahanan terhadap infeksi penyakit lain oleh antagonisme langsung atau dengan stimulasi kekebalan.

Dekan FMIPA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPNP) Rianita Simamora MPd mengarahkan, memotivasi serta memfasilitasi para dosen FMIPA untuk selalu melakukan inovasi dalam bidang penelitian dan pengembangan dan inilah yang menjadi alasan terciptanya Pelet ternak probiotik dengan merk “BION”.

Pelet ternak probiotik dengan merk “BION” Kepanjangan dari Biologi UHKBPNP ini merupakan ide penelitian dari dosen Prodi Biologi FMIPA yaitu Herna Febrianty Sianipar MSi bersama mahasiswa Biologi.

Anggota penelitian yang terdiri dari Vaisal, Maria, Era, Gokma dan Fitri merupakan mahasiswa/I Prodi Biologi FMIPA. Pelet ini dibuat dengan memanfaatkan sampah organik yang berasal dari rumah tangga maupun rumah makan sekitar kampus Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar.

Pembuatan pelet ternak probiotik ini dengan sampah organik yang dimaksud berupa nasi, tulang ikan, yang sudah dikeringkan kemudian dihaluskan yang ditambahkan dengan beberapa komposisi yang lain seperti tepung beras, dedak (serbuk halus kulit padi), ragi, yoghurt, kemudian di fermentasi selama 1 Minggu. Pelet ternak ini juga merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah yang ada di lingkungan sekitar.

Saat ini pelet BION masih dalam tahap pengembangan dan perbaikan mutu.

“Kami berharap produk ini dapat kami patenkan dan menjadi alternatif pakan yang dapat dikomersilkan dengan biaya yang lebih ekonomis di kalangan para pengusaha di bidang peternakan hewan, maupun perikanan,” ujar Rianita Simamora MPd.

Prodi biologi memiliki visi dan misi untuk selalu berinovasi dalam tridarma perguruan tinggi dan kerjasama, hal ini terbukti dengan terciptanya produk ini.

Tidak menutup kemungkinan di masa yang akan datang akan tercipta produk yang sangat bermanfaat bagi masyarakat dan akan dipatenkan.

Jadi tidak usah ragu atau bimbang untuk bergabung dengan program studi Biologi FMIPA Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar. (pra)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close