Berita

FKIP UNA Laksanakan Pengajian Rutin

FaseBerita.ID – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Asahan (FKIP UNA) menggelar pengajian rutin bersama Pimpinan Fakultas, Dosen dan pegawai di ruangan dosen FKIP UNA, Kamis (6/8).

Acara tersebut dihadiri Dekan FKIP UNA Dr Elly Ezir MS, Wakil Dekan I Sri Rahmah Dewi Saragih SPd MPd Wakil Dekan II Lis Supiatman SPd MHum, Wakil Dekan III Drs Dailami MPd, Seluruh Ketua dan Sekretaris Prodi FKIP UNA serta KTU dan pegawai FKIP UNA.

“Pengajian ini sebenarnya ditujukan untuk mempererat tali kekeluargaan, kebersamaan, kekompakan, menyamakan persepsi, dan meningkatkan etos kerja,” papar Elly Ezir dalam Pengajian Rutin Pimpinan, Dosen dan Pegawai di FKIP UNA.

Untuk menumbuhkan etos kerja, tambah dekan dibutuhkan penghayatan yang dalam tentang makna kerja itu sendiri. Jika kerja dimaknai hanya sebagai rutinitas saja, maka akan lahir etos kerja yang lemah, atau bahkan etos kerja itu tak pernah muncul, sebaliknya, jika bekerja dipahami sebagai ibadah dalam menggapai ridha dan surga Allah, dan sebuah jihad profesi, maka insya Allah akan lahir etos kerja yang tinggi.

Elly Ezir  juga menjelaskan bahwa bekerja dalam Islam merupakan bagian dari ibadah. Karena itu, motivasi kerja dalam Islam tujuan (goal) nya bukan mengejar kemewahan, meninggikan strata atau bahkan menumpuk-numpuk kekayaan dengan menghalalkan segala cara.

“Masalahnya bukan pada kaya atau tidak. Tidak ada hukum yang melarang seorang muslim untuk tidak kaya, termasuk Allah dan Rasul-Nya. Namun yang perlu digaris bawahi di sini adalah motivasi (niat) bekerja itu sendiri untuk apa. Jika dipahami bekerja adalah ibadah, maka insya Allah apa pun hasil yang diperoleh dari bekerja itu akan mendapat keberkahan dari Allah Ta’ala” jelasnya.

Ia juga menambahkan, bahwa selain itu, adil dalam bekerja artinya seseorang itu harus bekerja sesuai dengan job desknya masing-masing: siapa melakukan apa, bertanggung jawab kepada siapa, dan apa tugas yang harus dilakukannya. Yang tak kalah penting, untuk membangun etos kerja seorang Muslim, tidak ada one man show, sebab tak ada manusia “Superman” di dunia ini.

“Karena itu, seorang Muslim dituntut untuk bekerja secara profesional. Profesional dalam hadis di atas artinya jika seorang Muslim motivasi bekerjanya untuk ibadah, maka dia harus melakukannya dengan sebaik mungkin. Seorang Muslim dituntut untuk selalu meningkatkan skill (ketrampilan) dan knowledge (pengetahuan)nya untuk menghasilkan kerja yang terbaik” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan pesan bahwa setiap langkah yang besar, selalu dimulai dengan langkah yang pertama. Artinya tidak ada pencapaian kesuksesan diraih dengan cara instan tetapi banyak tahapan yang dilewati untuk mencapainya. (per/sr)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button