Berita

Fitri Soraya Atlet Taekwondo Beralih ke Bisnis Cake

Tinggi, kuat, dan energik. Begitulah penampilan Fitri Soraya. Tapi itu dulu, saat ia masih duduk di bangku SMA. Saat itu, dalam kurun waktu 2005-2007, Fitri seorang atlet Taekwondo di Pematangsiantar. Prestasinya, sudah sampai ke tingkat nasional.

Tapi kini, penampilan perempuan yang lebih dikenal dengan panggilan VJ ini, begitu berbeda. Kesan anggun terpancar saat kali pertama bertemu dengannya. Apalagi, kini profesinya nyaris bertolak belakang dengan aktivitasnya sebagai atlet.

“Sekarang saya bisnis cake. Dan sudah punya toko. Namanya diambil dari panggilan saya, VJ Cake’s,” terang VJ, yang mengaku panggilan VJ dimulai saat ia bersekolah di SMA Negeri 4 Pematangsiantar.

“Waktu SMA saya dikenal suka ngomong, cuap-cuap. Pokoknya kalau ada saya, pasti suasananya ramai. Makanya teman-teman memanggil saya VJ. Itu singkatan dari Video Jockey,” terang pemilik toko kue VJ Cake’s yang beralamat di Jalan Gunung Simanuk-manuk Pematangsiantar, atau tepatnya di depan Taman Hewan Pematangsiantar ini.

Diceritakan VJ, saat SMA, ia tinggal di Pematangsiantar, di rumah saudara. Saat itu, ayahnya bertugas di PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan keluarganya menetap di Kualatanjung, Batubara. Di masa remaja itu, ia sering bermain-main di salah satu tempat anak-anak muda berkumpul, di Jalan Diponegoro

Nah, saat berada di tempat itulah, ia bertemu dan berkenalan dengan Nelson Simatupang, pelatih Taekwondo di Pematangsiantar. Rupanya Nelson melihat ada potensi bibit-bibit atlet pada diri VJ. Jadilah VJ diajak ikut latihan Taekwondo.

Tak salah memang. Ternyata VJ mampu mengukir prestasi. Ia kerap menjuarai berbagai event. Bahkan hingga tingkat nasional.

Lulus SMA, VJ berniat melanjutkan pendidikan. Ia mendaftar ke salah satu perguruan tinggi di Medan. Segala sesuatunya sudah dipersiapkan. Bahkan kos dan segala isinya sudah siap. Tinggal mengikuti ospek.

Namun takdir berkata lain. Ayahanda tercinta meninggal dunia. Ibunya sangat terpukul dan merasa tidak berdaya mengurus tiga anak.

“Mama saya minta saya tidak kuliah. Karena down ditinggal papa, mama merasa nggak sanggup membiayai kuliah,” tutur perempuan berhijab ini.

Gagal kuliah, berbekal ijazah SMA dan berbagai prestasi Taekwondo, VJ bisa diterima bekerja di salah satu bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Saya diterima bekerja di bank dari jalur prestasi,” tukas VJ, yang kemudian resign dan menikah.

Setelah menikah, istri dari Yudistira Adi Nugraha ini mencoba-coba membuat cake sendiri. Awalnya untuk keluarga kecilnya. Lalu, untuk keluarga besar. Ternyata, banyak yang memuji cake buatannya. Padahal, katanya, ia belajar otodidak, dari situs yang ada di internet.

“Sebelumnya saya nggak bisa masak. Menggoreng telur saja, sering dimarahi mama karena nggak bagus,” tukas ibu sepasang anak ini, yakni Alvino Fabian Athalla dan Alinka Fabia Azzahra ini.

Dilanjutkan VJ, setelah mencicipi cake buatannya, keluarga dan teman mulai memesan darinya. Lama-kelamaan, orderan pun kian banyak. Hingga VJ, atas dukungan sang suami, berinisiatif membuka toko.

“Tadinya, kalau ada yang pesan, kami berdua mengantar naik kereta. Setelah makin banyak yang pesan, kami merasa nggak sanggup lagi mengantar. Jadinya, kami buka toko,” terang VJ yang mengerjakan sendiri cake-cake itu, mulai memecahkan telur hingga proses dekorasi (menghias).

Lebih lanjut, sulung dari tiga bersaudara ini mengatakan, sejak membuka toko di tahun 2013, orderan terus bertambah. Bahkan, pernah dalam sehari ia memeroleh orderan cake hingga 30 buah, dengan berbagai ukuran dan dekorasi.

“Kalau sekarang, pelanggan VJ Cake’s tidak cuma dari Pematangsiantar, tapi juga dari luar kota banyak yang sudah order di VJ Cake’s. Seperti dari Tebingtinggi, Indrapura, Perdagangan, juga Sei Rampah. Mereka rela jauh-jauh menjemput kue-nya ke Pematangsiantar,” terang VJ.

Apakah tidak lelah?

“Mungkin karena dulunya saya atlet, dan menjalani latihan yang berat, jadi fisik dan mental saya sudah teruji,” kata pengusaha yang tergabung dalam Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Pematangsiantar ini.

Diakui VJ, selama menjalani bisnis cake, tentu saja ada kendalanya. Misalnya, kompetitor yang kian banyak.  Kendala lainnya, hiasan-hiasan cake yang keren tidak ada tersedia di Pematangsiantar, bahkan di Medan. Malah, ada yang harus pre order (PO) dari Cina.

Topper, bahkan kotak dan alas kue yang bagus tidak ada di Siantar,” sebutnya.

Mengerjakan hal yang sama setiap hari, ternyata pernah membuat VJ jenuh. Katanya, pernah dalam satu bulan, ia tanpa kreativitas. Cake yang dibuatnya, selalu dengan desain monoton. Saat itu, yang ada di benaknya hanya happy-happy alias bersenang-senang dan melakukan apa yang diinginkannya.

Hingga suatu hari, ia merasa sangat terpukul dan seperti dibangunkan dari tidur. Penyebabnya, ia mengetahui pebisnis cake lainnya ternyata sudah melakukan banyak inovasi dan kreasi. Sedangkan dirinya terpaku dengan desain yang monoton.

“Waduh, saya merasa tercambuk dan ditegur secara tidak langsung. Saya langsung bertekad, VJ Cake’s harus bangkit,” ujar VJ, yang sejak itu bertekad jangan pernah puas dengan yang telah dicapai.

Mulailah VJ belajar dan hunting lagi. Ia pun melengkapi dapurnya dengan alat-alat pembuat cake yang dibelinya dari Jakarta. Termasuk background untuk memfoto cake-cake yang sudah jadi dan dihias. Sedangkan alat-alat lainnya, dipesan dari Surabaya, plus hunting di online shop. Dan, melihat alat-alat baru di dapur, semangat VJ pun bertambah.

Selain itu, VJ juga mengikuti sekolah membuat cake dan inovasinya. Di situlah dia berkenalan dengan chef-chef dari restoran besar dan hotel bintang lima.

“Di sekolah, kita diajari semua hal. Misalnya, bagaimana suhu telur yang akan digunakan untuk membuat cake. Hal-hal kecil yang sebenarnya sangat memengaruhi cake hasil buatan kita,” terangnya.

VJ pun selalu berusaha agar cake buatannya selaku fresh from the oven. Setiap malam, dia mulai memasak cake. Setelah cake masak, didinginkan dan ia pun beristirahat. Pagi Subuh, VJ sudah bangun dan hingga siang ia sibuk mendekorasi cake, yang sebagian merupakan pesanan.

Cake dari VJ Cake’s lebih unggul karena menggunakan krim kue berbahan ice cream. No butter cream. Jadi enak dan lumer di mulut,” sebut VJ seraya memberitahu, untuk mengetahui cake-cake buatannya bisa membuka akun instagram @VJCake’s.

Setelah cake diantar ke toko, barulah VJ memiliki waktu bersama keluarga.

“Kalau sama keluarga, saya lebih suka di rumah. Ya, sesekali kami jalan-jalan ke Medan,” sebut VJ yang menganggap sang suami sangat berjasa membantu usahanya.

Suami tercinta, sambungnya, mau membantu mengantar cake ke pemesan. Juga membeli bahan cake yang tiba-tiba habis.

“Dia juga mau ikut begadang kalau pesanan cake banyak. Support dia luar biasa,” puji VJ.(awa)

Unefa

Pascasarjana

Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close