Berita

Film Sang Perwira Syuting di RSUD Dolok Sanggul

HUMBAHAS, FaseBerita.ID – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dolok Sanggul mendapat kesempatan menjadi salahsatu lokasi syuting pembuatan film Sang Perwira, yaitu film yang mengisahkan perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita menjadi polisi.

Direktris RSUD Dolok Sanggul dr Netty Iriani Simanjuntak mengatakan, dalam proses syuting yang dilakukan di RSUD Dolok Sanggul, Rabu (14/8) berlangsung di ruang perawatan kelas satu dengan durasi selama lebih kurang dua jam.

“Pengambilan gambar dilakukan di ruang perawatan kelas satu, yakni ruang isolasi yang sudah kita persiapkan sebelumnya sesuai kebutuhan. Sengaja kita buat di sana supaya tidak mengganggu pelayanan. Karena ketepatan memang, pasien lagi nggak ada di ruangan itu,” ujar Netty melalui selulernya, Kamis (15/8/2019).

Dalam film yang disutradarai oleh Ponte Gea tadi dikisahkan, seorang dokter yang diperankan oleh Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor SE menangani pasien korban kecelakaan. Berdasarkan diagnosa si dokter, akibat kecelakaan, tulang si korban (Pak Horas), remuk. Sehingga dokter menganjurkan kepada keluarga korban agar korban dirujuk ke rumah sakit yang memiliki fasilitas yang lebih lengkap.

“Prosesnya tidak lama. Ada sekitar empat dialog. Pak Bupati hanya berlatih sebentar terkait dialog serta gesturnya seorang dokter. Langsung dapat,” ujar dokter berparas cantik dan mengaku bahwa kegiatan syuting tadi juga sempat menarik perhatian pasien dan pengunjung Rumah Sakit.

Netty mengaku senang RSUD Dolok Sanggul mendapat kesempatan menjadi salah satu lokasi syuting dalam film Sang Perwira yang sedang digaraf. Dia berharap akan adanya manfaat positif dengan seringnya kegiatan-kegiatan sosial yang dilakukan RSUD yang dinahkodainya.

“Tentunya kita sangat senang RSUD Dolok sanggul akhir-akhir ini suka dilirik untuk kegiatan-kegiatan sosial maupun kegiatan yang lain. Peluang untuk mendapatkan CSR atau sumber penghasilan yang lain lebih besar. Karena komunikasi tentunysa sudah lebih luas. Untuk peluang penghasilan yang lain juga semakin terbuka. Karna, BULD (Badan Usaha Layanan Daerah, red) sumber penghasilannya bukan saja dari pelayanan. Seiring dengan hal itu, kita juga terus berupaya meningkatkan pelayanan semaksimal mungkin,” tandasnya.

Diketahui, film Sang Perwira bercerita tentang perjalanan seorang anak desa dari pinggiran Danau Toba yang bercita-cita jadi polisi. Film ini dibintangi oleh sebagian besar personel kepolisian Sumut dan didampingi oleh bintang ternama dari Jakarta, Anggika Bolsterli.

Ide cerita film ini lahir dari para pejabat Utama Polda Sumut yang didukung oleh Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Mardiaz Kusin Dwihananto ,kemudian diperkaya oleh Kapoldasu Irjen Pol. Agus Andrianto, terutama tentang sosok seorang polisi yang berani dan tangguh serta muatan pesan moral pedagogis (strategi pembelajaran) kepada masyarakat.

Selain menampilkan profesionalisme polisi dalam menjalankan tugas, film ini juga memperkenalkan berbagai kultur masyarakat dan destinasi wisata serta membangun rasa nasionalisme.

Lokasi shooting yang diperkirakan lebih130 titik dan tersebar di beberapa daerah, seperti Karo, Simalungun, Tobasa, humbahas Tanjung Balai, Sibolga, Nias, Medan, Semarang (Akpol) dan Jakarta (Mabes Polri).

Film yang disutradarai Ponti Gea, dibantu beberapa asisten termasuk penulis naskah Onet dan staff bidang Batakologi Manguji Nababan. Sementara yang bertindak sebagai supervisor pembuatan film adalah Ibrahim Gultom. (Sht/ int)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close