Berita

Erunita Tarigan Ajak Cegah Stunting dengan Pemenuhan Gizi Ibu dan Bayi

SIMALUNGUN, FaseBerita.ID – Untuk mengatasi besarnya dampak bahaya Stunting pada tumbuh kembang anak, maka perlu adanya penanganan serius dari Pemerintah dan masyarakat dengan pemberian makanan tambahan sebagai asupan gizi bagi ibu hamil dan balita serta menjaga lingkungan tetap bersih.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Tim Penggerak PKK, Ny. Erunita JR Saragih dalam sambutannya saat menghadiri kegiatan meninjau lokus penanganan Stunting di Nagori Sirube-rube, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kamis (7/11/2019).

Ditambahkan olehnya, Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK). Stunting juga mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal yang beresiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa.

“Stunting juga menjadikan anak lebih rentan terhadap penyakit di masa dewasanya, untuk itu penurunan stunting sangat perlu dilakukan sedini mungkin guna menghindari dampak jangka panjang yang merugikan,” ujarnya.

Pada kunjungannya kali ini, Ketua Tim Penggerak PKK juga mengikuti ragam acara diantaranya, kegiatan sehari belajar di luar kelas yang diawali dengan menyambut siswa dengan 3 S (senyum, salam, sapa), cuci tangan dan berdoa sebelum makan, memeriksa lingkungan, membaca buku diluar kelas, simulasi evakuasi bencana dalam lagu dan gerak, senam Gerakan Masyarakat Sehat (GERMAS), permainan tradisional, serta pelantikan tim sekolah ramah anak.

Juga pelaksanaan senam bersama lansia, penyerahan kartu identitas anak untuk umur 0 sampai 5 tahun dan 5 tahun sampai umur 17 tahun minus 1 hari, bantuan bingkisan untuk balita stunting yang berbentuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbentuk biskuit, bahan lokal serta vitamin. Pemberian bantuan untuk anak stunting, bantuan makanan tambahan dan vitamin penambah darah bagi ibu hamil serta bantuan untuk lansia berupa kalsium dan vitamin.

Selanjutnya diberikan juga bantuan Antropometrikit dan sanitarian kit untuk puskesmas Sipintu angin. Pemberian bantuan benih berupa kangkung, terong, cabe dan bayam, serta peralatan pertanian bagi Nagori untuk bercocok tanam di pekarangan rumah masyarakat guna meningkatkan gizi dan dapat mengurangi angka stunting.

Pada kesempatan tersebut, Ketua tim penggerak PKK juga meninjau stand Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Peternakan Kabupaten Simalungun yang memamerkan hasil dari KRPL (Kawasan Rumah Pangan Lestari) untuk menunjang menurunnya angka stunting di Kabupaten Simalungun.

Usai meninjau lokus penanganan Stunting, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Erunita JR Saragih juga meresmikan Pencanangan Hari Gerak Kesatuan PKK KKBPK- Kes di Kampung KB Manik Huluan Nagori Sait Buttu, Kecamatan Pamatang Sidamanik Kabupaten Simalungun Tahun 2019.

Dalam sambutannya, dirinya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama ikut mensukseskan program KB dengan menjadi peserta sekaligus mengajak masyarakat untuk ikut serta dalam program KB tersebut.

“Dengan bertambahnya penduduk maka akan berdampak pada tingkat kebutuhan bahan pangan, kesehatan dan pendidikan. Karenanya, saya mengajak seluruh masyarakat untuk mensukseskan program KB ini untuk kemakmuran dan kesejahteraan yang kita cita-citakan. Dua anak cukup, bahagia sejahtera,” ujarnya.

Diketahui, pada tahun anggaran 2019 Kabupaten Simalungun diberikan PPM (target) peserta KB baru. Namun hasil perolehan KB baru, khususnya pemakaian alat kontrasepsi dalam rahim (AKDR IUD) pencapaiannya masih belum memenuhi target. (rel)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close