Berita

Eliza Imelda Pelamar CPNS yang Lulus di Tapteng Viral

Pemkab: Eliza dinyatakan TMS oleh BKN saat usulan NIP

TAPTENG, FaseBerita.ID – Eliza Imelda wanita kelahiran Tapanuli Utara (Taput), seorang pelamar CPNS yang lulus di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) pada tahun 2018 lalu, namun dinyatakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) Tidak Memenuhi Syarat (TMS) saat Pemkab Tapteng melalui Badan Kepegawaian Daerah (BKD) mengajukan NIP Eliza kepada BKN.

Hal itu disampaikan oleh Bupati Tapteng Bakhtiar Ahmad Sibarani melalui Kabag Humas Pemkab Tapteng Darwin Pasaribu setelah viralnya berita tentang keluhan Eliza Imelda disalah satu siaran TV Swasta Nasional, pada Kamis (7/11/2019) malam.

“Kami nyatakan disini, yang menyatakan saudari Eliza Imelda TMS itu adalah BKN, itu pusat yang menentukan,” ujar Darwin kepada sejumlah awak media, Jumat (8/11/2019) di kantornya.

Darwin juga menuturkan, pihaknya mengetahui bahwa Eliza dinyatakan TMS karena ijazah terlampir tidak sesuai dengan formasi yang tidak dibutuhkan.

“Setelah diteliti terhadap berkas usulan penetapan NIP tersebut oleh Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara Medan, atas nama Eliza ternyata tidak memenuhi persyaratan (TMS) untuk diangkat menjadi CPNS dikarenakan ijazah terlampir Sarjana Pendidikan Kristen, Jurusan Pendidikan Musik Gereja, sedangkan formasi dari Kemenpan RB bahwa kualifikasi pendidikan yang ditentukan adalah Sarjana Pendidikan Kesenian,”ucap Darwin.

Meski demikian, masi kata Darwin, sebab itulah pihaknya menyurati Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia pada 22 Maret 2019 dalam hal permohonan akomodir dan perubahan kualifikasi pendidikan pada rincian penetapan kebutuhan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemkab Tapteng tahun 2018.

“Kita surati agar saudari Eliza diakomodir, karena kita juga sudah menerima surat dari Institut saudari Eliza lulus S 1, menyatakan bahwa Sarjana Kristen Jurusan Pendidikan Musik Gereja setara dengan Sarjana Pendidikan Kesenian, dan itu juga turut kita lampirkan pada surat permohonan akomodir yang kita kirimkan,” kata Darwin.

Dan pada tanggal 29 Maret 2019, lanjut Darwin, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia membalas surat dari Pemkab Tapteng, dan menolak permohonan yang diajukan.

“Isinya, menindak lanjuti surat saudara nomor 800/747/2019 tanggal 22 Maret 2019 perihal permohonan akomodir dan perubahan kualifikasi pendidikan formasi CPNS tahun 2018 jabatan Guru Seni Budaya Ahli Pertama, semula S1 Pendidikan Seni menjadi S1 Pendidikan Seni/S1 Pendidikan Kristen Jurusan Musik Gereja. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, bersama ini kami samaikan bahwa permohinan saudara tidak dapat dipertimbangkan karena tidak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam penerimaan CPNS tahun 2018,” ucap Darwin membacakan balasan surat permohonan akomodir yang diajukan Pemkab Tapteng.

Sehingga, lanjut Darwin, bila Pemkab Tapteng yang dituding menyatakan Eliza TMS, maka sangat tidak tepat, karena Pemkab Tapteng telah berjuang untuk membantu Eliza untuk tetap diakomodir dan mendapatkan NIP.

“Kita hanya memfasilitasi pelamaran CPNS dan penerima manfaat disini, kalo dalam mengambil keputusan kita tidak ada wewenang. Jadi kalo dikatakan kita yang membuat saudari Eliza TMS, itu sangat keliru. Kita sudah bantu sebisa kita agar diakomodir, namun. Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia berkehendak lain,” katanya. (dh)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close