Berita

Dukungan Peseorangan akan Diverifikasi Faktual

FaseBerita.ID – KPU Kota Pematangsiantar telah melakukan bimbingan dan teknis terhadap mandat dan operator bagi para Balon calon perseorangan (independen). Sampai saat ini baru satu Bacalon Independen yang telah mendaftar yaitu Ojak Naibaho dan Muhammad Efendi Siregar.

Daniel Dolok Sibarani selaku Ketua KPU kota Pematangsiantar saat Selasa (11/2) kemarin mengatakan bahwa pada Rabu 5 Februari lalu pasangan Ojak Naibaho dan Muhammad Efendi Siregar telah datang ke KPU untuk mengantarkan surat mandat tenaga pendukung yang baru dan membawa 19 orang operator untuk melakukan bimtek terkait bagaimana mengimput data untuk calon perseorangan.

“Sampai saat ini baru Ojak Naibaho dan Muhammad Efendi Siregar yang mendaftar dari calon independen. Harapan kita setelah melakukan bimtek teman-teman operator bisa mengimput data dukungan yang akan diserahkan pada penyerahan berkas dukungan pada tanggal 19- 23 Februari 2020,” ujarnya.

Pasangan Ojak Naibaho dan Efendi memberikan mandat yang baru karena mandat yang lama itu untuk pasangan Ojak Naibaho dan Ismail mereka nyatakan tidak lagi menjadi pasangan dan ke KPU sudah diberikan surat pengunduran diri. Jadi pasangan secara resmi yang memberikan mandat ke KPU hanya Ojak Naibaho dan Muhammad Efendi Siregar.

“Kalau LOnya hanya 1 orang dan operator sekitar 19 orang untuk di bimtek bagai mana cara untuk mengimput data ke sistem pencalonan (Silon). Silon yang mereka Input, baru di print selanjutnya hasil print out itulah kita koreksi. Langkah selanjutnya verifikasi administrasi dan verifikasi faktual,” jelasnya.

Daniel Dolok Sibarani menambahkan untuk data pendukung perseorangan belum diketahuinya, karena tim operator Ojak-Efendi masih melakukan secara offline dan belum di berikan kepada KPU setelah di cetak dalam bentuk B1KWK itulah yang akan di verifikasi administrasi.

“Kita hitung dulu jumlah dan sebarannya. Kalau syarat jumlah pendukung jalu perseorangan harus ada 17.910 orang yang sebarannya minimal di 5 kecamatan. Setelah lolos dari jumlah itu baru kemudian di verifikasi administasi. Diperiksalah kesesuaian B1KWK dengan KTP. Benar tidak KTP nya itu KTP elektronik Siantar, sesuai tidak nama dan nik nya beserta data-data yang lain,” terang Daniel.

“Setelah diverifikasi admnistrasi, baru dilakukan verifikasi faktual di lapangan. Kalau memang benar dia mendukung berarti sah akan tetapi kalau tidak benar, maka akan diberikan formulir untuk di isi yang mengatakan kalau dia tidak ada mendukung,” tambahnya.

Untuk jadwal dilakukan verifikasi faktual pada tanggal 26 Maret sampai 15 April dan untuk perbaikan penyerahan berkas perbaikannya 29 April dan di vaktualkan lagi tanggal 10 Mei 2020.

Lalu, saat verifikasi faktual si pendukung sedang di luar kota lantas bagaimana aturannya? Menurut Daniel bakal Pasangan Calon Perseorangan atau tim penghubung dapat menyerahkan surat keterangan atau dokumen lain yang membuktikan bahwa pendukung yang bersangkutan sedang sakit atau berada di luar wilayah administrasi dilaksanakannya Pemilihan yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang.

Dilakukan secara online dan seketika dengan menggunakan panggilan video yang memungkinkan PPS dan pendukung untuk saling bertatap muka, melihat, dan berbicara langsung sebagaimana verifikasi faktual perbaikan.

“Dalam hal pelaksanaan verifikasi faktual perbaikan sebagaimana dimaksud pada angka 2, terdapat keraguan terhadap pendukung, PPS dan difasilitasi oleh KPU Kabupaten/Kota dapat melakukan verifikasi kembali
terhadap KTP Elektronik untuk melihat kesesuaian foto dengan wajah pendukung pada saat verifikasi faktual perbaikan dengan panggilan video dilakukan atau Keabsahan Surat Keterangan kepada instansi yang berwenang, untuk mengetahui kebenaran alasan pendukung tidak dapat dihadirkan. Dalam melakukan panggilan video sebagaimana dimaksud dihadiri oleh PPL,” ujarnya. (mag 04)



Unefa

Pascasarjana
Tags

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close