Berita

Dukung Program Subsidi Upah Pekerja, BPJAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta

FaseBerita.ID – BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) melakukan pengumpulan nomor rekening peserta yang bekerja di perusahaan swasta dengan kriteria upah di bawah Rp5 juta.

Adapun ketentuan penerima subsidi merupakan peserta BPJAMSOSTEK aktif dengan upah di bawah Rp 5 juta per bulan. Upah tersebut tentunya berdasarkan data yang dilaporkan dan tercatat pada BPJAMSOSTEK.

Direktur Utama Agus Susanto, dalam siaran pers, Rabu (12/8), mengatakan, kegiatan itu sekaitan dengan program Pemerintahan melalui Kementerian Ketenagakerjaan akan memberikan subsidi kepada pekerja swasta yang telah terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK).

Pengumpulan rekening yang memenuhi syarat itu dilakukan melalui kantor cabang di seluruh Indonesia.

Dalam dua hari ini, pihaknya telah mengumpulkan sekitar 3,5 juta dari 15,7 juta rekening peserta dan akan terus meningkat.

Terkait bantuan subsidi upah itu, Pemerintah saat ini sedang melakukan finalisasi skema, mekanisme dan kriteria penerima program Bantuan Subsidi Upah dengan menggunakan data awal dari BPJAMSOSTEK dan lembaga negara lainnya sebagai dasarnya.

Data yang disampaikan BPJAMSOSTEK kepada pemerintah merupakan data peserta aktif kategori Pekerja Penerima Upah atau Pekerja Formal dengan upah di bawah Rp5 juta berdasarkan upah pekerja yang dilaporkan pemberi kerja dan tercatat pada BPJAMSOSTEK.

Pemerintah juga akan melakukan validasi ulang terkait data yang disampaikan BPJAMSOSTEK untuk memastikan bantuan ini tepat sasaran.

Hal ini dilakukan karena sumber dana bantuan Subsidi Upah ini berasal dari alokasi anggaran dari Pemerintah.

Diketahui, Pemerintah telah menganggarkan Rp37,74 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak COVID-19.

Untuk nominal yang akan diterima ditentukan sejumlah Rp600 ribu per bulan per orang selama empat bulan atau per orang akan mendapatkan Rp2,4 juta.

Adapun skema pencairan atau transfer dana dilakukan dua bulan sekaligus sebanyak dua kali.

Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi.

Terkait hal ini, Agus berharap pemberi kerja atau perusahaan dapat ikut proaktif membantu menginformasikan nomor rekening peserta berdasarkan kriteria yang ditetapkan oleh pemerintah. Hal ini guna mempercepat proses pengumpulan informasi sekaligus pembaharuan data peserta.

“Bantuan Subsidi Upah ini merupakan nilai tambah bagi pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif BPJAMSOSTEK, selain mendapatkan perlindungan dari risiko kerja dalam bentuk Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKm), dan Jaminan Pensiun (JP),” tandasnya.

Agus menambahkan BPJAMSOSTEK juga mengimbau perusahaan yang belum tertib membayar iuran agar segera memenuhi kewajiban sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Kami mengimbau agar perusahaan melakukan validasi tenaga kerja dengan upah di bawah Rp 5 juta yang terdaftar di BPJAMSOSTEK dan melaporkan nomor rekening mereka melalui aplikasi yang disiapkan oleh BPJAMSOSTEK, sehingga pemberian Bantuan Subsidi Upah ini segera bisa disalurkan”, tegasnya.

Diketahui, pemerintah telah menganggarkan Rp 37,74 triliun untuk program subsidi pekerja terdampak COVID-19. Sementara, untuk jumlah nominal, setiap orang akan menerima Rp 600 ribu per bulan selama 4 bulan sehingga per orang akan mendapatkan total Rp 2,4 juta. Adapun skema pencairan atau transfer dana akan dilakukan 2 bulan sekaligus sebanyak 2 kali.

“Pemerintah berharap program ini dapat mempercepat proses pemulihan ekonomi dan menjaga agar Indonesia dapat terhindar dari resesi ekonomi,” pungkasnya. (ant/dtc)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button