Berita

Dugaan Penyalahgunaan Wewenang dalam Pengangkatan 13 Kepala Sekolah

Sebulan, Jaksa Belum Selesai Pelajari Laporan

SIANTAR, FaseBerita.ID – Kejaksaan Negeri (Kejari) Pematangsiantar masih terus mempelajari laporan dugaan penyalahgunaan wewenang oleh Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) dalam pengangkatan kepala SD dan SMP Negeri di Pematangsiantar. Padahal, laporan Lembaga Tranformasi Publik (LTP) itu, sudah sebulan dilayangkan ke Kejari Pematangsiantar, tepatnya 25 September 2019.

Johannes Simarmata dari LTP, Senin (21/10/2019) ketika dihubungi menjelaskan isi laporan mereka tertanggal 25 September 2019 dengan Nomor: LTP/067/Lap/IX/2019 yang ditujukan kepada Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Pematangsiantar. Disebutkannya, LTP melaporkan atau menyampaikan pengaduan dugaan kolusi dan korupsi serta penyalahgunaan wewenang dan dugaan tindak pidana pungutan liar atau suap dalam pengangkatan kepala SD dan SMP di Pematangsiantar.

Inti pelaporan, katanya, penyalahgunaan wewenang dalam pengangkatan 13 kepala sekolah.

“Ada 13 orang yang dilantik. Kejanggalannya, hanya 3 yang layak, 2 tidak layak, dan 8 orang malah tidak mengikuti tes,” terangnya.

Terpisah, Kepala Seksi Intelijen (Kasi Intel) Kejari Pematangsiantar BAS Faomasi Jaya Laiya di ruang kerjanya kemarin membenarkan adanya pelaporan LTP. Katanya, hingga saat ini pihaknya masih dalam tahap pembelajaran berkas.

“Laporan sudah kita terima dan kita masih mempelajari berkas. Kita akan tindak lanjuti. Jika memang perlu kami mintai keterangan, nanti akan kami panggil kepala dinasnya,” terangnya.

Diakui BAS Faomasi, sejauh ini pihaknya belum ada melakukan pemeriksaan atau tindak lanjut.

“Belum pernah. Kita kan masih dalam tahap pembelajaran berkas,” tukasnya, sembari mengatakan laporan tersebut segera ditindaklanjuti.

Hingga berita ini diterbitkan,Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Pematangsiantar Edy Noah Saragih belum bisa dihubungi. (mag-04)



Unefa

Pascasarjana
Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker