Berita

Dugaan Pelanggaran Administrasi KPU Tapteng akan Dihadirkan di Sidang Kedua

TAPTENG, FaseBerita.ID – Dugaan pelanggaran administrasi yang dilakukan salah seorang calon anggota legislatif Kabupaten Tapanuli Tengah bernama Imam Safi’i Simatupang memasuki babak baru.

Bawaslu Tapteng akan memanggil KPUD Tapanuli Tengah pada sidang lanjutan yang akan di gelar pada 11 April 2019 mendatang. “Benar, pada sidang berikutnya kita akan meminta klarifikasi dari pihak KPU Tapteng,” ujar Safran Matondang, Divisi Hukum dan Penindakan Pelanggaran, Jumat (5/4) lalu.

Dijelaskannya, adanya dugaan pelanggaran administratif pemilu yang dilaporkan mahasiswa HMI terhadap terlapor H Imam Safi’i Simatupang SE, pihaknya telah menerima berkas terlapor dan pelapor yang akan dijadikan acuan terhadap permasalahan penulisan data yang dibuat KPU pada aplikasi silon dibuat pada bulan September 2018 lalu.

“Seyogianya Imam Syafi’i sudah bercerai, akta perceraian sudah ada. Tetapi pada data silon masih tertulis nama mantan istrinya. Itu yang dilaporkan oleh mahasiswa,” imbuhnya.

Dicecar pertanyaan kekurangtelitian pihak KPU, dengan diplomatis mantan anggota KPAID Tapteng ini mengatakan tidak mau berandai-andai. Ia menegaskan, untuk pembuktian hal tersebut akan terlihat pada sidang selanjutnya. “Saya belum bisa mengatakan itu. Nanti sama-sama kita lihat pembuktiannya padang sidang selanjutnya,” pungkas Safran.

Sebelumnya, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Tapteng telah menggelar sidang perdana penanganan pelanggaran administratif Pemilu, Jumat (5/4). Sidang mengagendakan mendengarkan kesaksian terlapor dan pelapor.

Imam Safi’i Simatupang sebagai terlapor menjelaskan jika ianya telah melampirkan berkas pribadi ke KPU Tapteng termasuk akta cerai dan KTP. Jika pada aplikasi Silon form BB 2 DPRD Kabupaten tertulis status menikah, Imam menegaskan bukan bagian dari kesalahan dan kelalaiannya. “Kalaupun tertulis status menikah, untuk apa akta cerai saya lampirkan,” kata Imam saat itu. (ztm)



Pascasarjana

Unefa
Back to top button