Berita

Dua Warga Sihaporas Konflik dengan PT TPL Divonis 9 Bulan Penjara

SIMALUNGUN – Terdakwa Jony Ambarita dan Thomson Ambarita divonis Majelis Hakim selama 9 bulan penjara di Pengadilan Negeri Simalungun, Kamis (13/2).

Hukuman ini jauh lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yakni 1 tahun 6 bulan.

Jonny Ambarita usai mendengar putusan tersebut langsung memasuki ruang tahanan dan menyatakan pikir-pikir apakah melakukan banding atau tidak.

Sebelumnya, kedua terdakwa didampingi kuasa hukumnya Mambus Pasaribu SH MH dkk mengajukan pembelaan.

Dalam persidangan, terdakwa dituduh melakukan pemukulan terhadap Bahara Sibuea (Humas TPL).

Penganiayaan dan pengeroyokan yang dilakukan dua terdakwa bersama warga lainnya yang dinyatakan DPO, terjadi pada Senin, 16 September 2019 lalu.

Masalah ini muncul ketika masyarakat Sihaporas dilarang menanam bibit jagung di lahan konsesi milik TPL.

Oleh warga kemudian tidak terima. Karena menganggap lahan tersebut adalah tanah adat yang dikuasai secara turun temurun berdasarkan sertifikat Badan Registrasi Wilayah Adat (BRWA).

Akibatnya sekitar 80 warga yang memasuki lahan konsesi tersebut marah. Dengan membawa kayu dan cangkul memukul Humas, karyawan dan security PT TPL. Akibatnya korban mengalami luka sesuai yang dibuat dokter di RS Vita Insani.

Sejak kasus ini bergulir, mahasiswa yang terdiri dari elemen masyarakat adat Ompu Mamontang Laut Sihaporas, masyarakat adat Ompu Umbak Siallagan Dolok Parmonangan, PMKRI, GMNI Saling, GMKI, AMAN Tano Batak, Satma PP Siantar- Simalungun terus mengawasi kasus ini.

Kapolsek Bangun AKP B Manurung menerangkan, sejak kasus ini dibuka, pihaknya terus melakukan pengawalan hingga sidang berakhir. “Ini sudah menjadi tugas kita,” sebutnya. (ros)

Unefa

Pascasarjana


Tags
Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker