Berita

Dua Warga Saling Klaim Kepemilikan Tanah

ASAHAN, FaseBerita.ID – Dua warga Desa Bagan Asahan, Kecamatan Tanjungbalai, Kabupaten Asahan saling klaim atas kepemilikan tanah seluas 900 m2 dan 409 m2. Hal tersebut diduga terjadi akibat ketidaktransparanan Kepala Dusun VI yang mengetahui lebih awal pesoalan dua bidang tanah yang saling bersepadan itu.

“Ini sangat membingungkan kami. Surat tanah yang saya punya keluar tahun 1994, lalu ada surat lagi di atasnya milik nama orang lain di tahun 2011 yang diketahui kadus. Bagaimana ini bisa terjadi?” kata Amri Simatupang (54) saat pengukuran ulang tanah miliknya disaksikan Kepala Dusun, warga, dan personel Pos Polisi Bagan Asahan, Jumat (1/3).

Diketahui, mula persengketaan itu ketika Amri Simatupang pada bulan Februari 2018 lalu akan mensertifikatkan tanahnya di Badan Pertahanan Nasional (BPN) Asahan. Namun saat dilakukan pengukuran oleh pihak BPN dan Kepala Dusun terjadi saling klaim lahan.

Amri Simatupang memiliki dua bidang tanah dan surat saling bersepadan yang luasnya masing-masing 900 m2 dan 409 m2. Sementara itu Daham, warga lainnya juga memiliki tanah di atas dua tanah yang saling bersepadan tadi, atas nama istrinya bernama Nadia.

“Ketika saya tanya ke Daham yang mengklaim ada tanahnya disitu, dia tak bisa menunjukkan suratnya. Namun katanya saat itu kadus mengetahui ada tanahnya disitu. Bagaimana ini?” ujarnya.

Melalui kuasa hukumnya, Zulham Rany SH yang ikut turun ke lapangan setelah menyaksikan pengukuran tanah mengatakan, Kepala Desa bersama Kadus menilai ada kesalahan dalam penerbitan surat tanah baru yang diterbitkan oleh kepala desa.

Seharusnya, jika surat tanah terbit dan dikeluarkan oleh Pemerintah Desa setempat, tanah yang diukur dan bersepadan dengan objek harusnya ikut menandatangani sebagfai yang mengetahui. Setelah itu baru ditandatangani kepala desa.

“Namun yang terjadi malah sebaliknya. Kepala desa sudah mensahkan satu surat tanpa ditandatangani oleh pemilik tanah yang bersepadan. Kami akan melanjutkan gugatan soal ini dan mendaftarkannya ke Pengadilan agar prosesnya secara hukum menjadi terang,” ujarnya.

Lewat pernyataan itu, kuasa hukum juga menilai kinerja Kades dan Kadus di Desa Bagan Asahan layak dievaluasi karena menimbulkan kerugian bagi masyarakat. Sebab dinilai tidak cermat bekerja.

Sementara itu, Sinsahri selaku Kepala Dusun VI Desa Bagan Asahan usai pengukuran lahan tersebut mengatakan kalau pihaknya menyerahkan hasil pengukuran tersebut kepada kepala desa.

“Kita ukur saja. Setelah itu baru kita serahkan kepada kepala desa,” ucapnya usai melakukan pengukuran tanah di lokasi. (Per)

Tags

Berita lainnya

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker
Close